TANJUNG SELOR – Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk terus memperkuat pelaksanaan Program TAKE (Tanam dan Kelola) Bulungan Hijau sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan dan masa depan generasi muda.
Menurut Wabup Kilat, TAKE bukan sekadar program administratif, melainkan wujud nyata janji pemerintah daerah kepada masyarakat Bulungan dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
“Program ini adalah bagian dari janji dan cita-cita kami dalam membangun Bulungan. TAKE bukan hanya kebijakan, tapi gerakan bersama untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Kilat dengan tegas.
Ia menambahkan, keberhasilan TAKE sangat bergantung pada partisipasi semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat di tingkat desa.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan yang kita lakukan hari ini tidak meninggalkan beban bagi anak cucu kita. Justru sebaliknya, harus menjadi warisan yang memberi manfaat jangka panjang,” tambahnya.
Dari Bulungan untuk Generasi Mendatang
Program TAKE Bulungan Hijau pertama kali diluncurkan pada Mei 2022 oleh duet kepemimpinan Syarwani–Ingkong Ala, dan telah menjadi bagian dari 15 program prioritas RPJMD Kabupaten Bulungan 2021–2024. Program strategis ini kini dilanjutkan dan diperkuat di bawah kepemimpinan Bupati Syarwani dan Wakil Bupati Kilat.
TAKE Bulungan Hijau menegaskan misi keempat Pemerintah Kabupaten Bulungan, yakni “memajukan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.” Melalui program ini, pemerintah mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, mulai dari penanaman pohon, rehabilitasi lahan, hingga penguatan kesadaran ekologis masyarakat.
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si, dalam pernyataannya menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa diukur hanya dari aspek fisik semata.
“Kemajuan Bulungan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik yang terlihat, tetapi juga dari pembangunan sumber daya manusia dan keberlanjutan lingkungan bagi generasi muda dan anak cucu kita di masa depan,” ungkap Syarwani.
Ia menilai bahwa pembangunan hijau merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas hidup masyarakat Bulungan ke depan.
Sinergi Ekologi, Ekonomi, dan Kemanusiaan
Dengan mengusung visi yang menyatukan ekologi, ekonomi, dan kemanusiaan, Pemerintah Kabupaten Bulungan menegaskan bahwa pembangunan hijau bukan sekadar jargon, melainkan sebuah keniscayaan. TAKE Bulungan Hijau menjadi bukti bahwa daerah mampu melangkah maju tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Melalui penguatan program ini, Bulungan terus memantapkan diri sebagai daerah yang berdaulat dalam pengelolaan sumber daya alam, berdaya secara ekonomi, dan berkelanjutan secara lingkungan.
Sebagaimana semangat yang terus digaungkan pemerintah daerah, pembangunan hijau di Bulungan adalah persembahan nyata dari Bulungan untuk Indonesia, dan terutama untuk generasi mendatang. (DKIP _ Bulungan)





