TANJUNG SELOR – Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, menyampaikan bahwa 18 November diperingati sebagai Hari Sawit Nasional, sebuah momentum penting untuk mengenang sejarah sekaligus merefleksikan peran strategis kelapa sawit bagi pembangunan nasional dan daerah.
Ia menjelaskan bahwa Hari Sawit Nasional diperingati setiap tahun untuk mengenang penanaman kelapa sawit pertama secara komersial di Indonesia pada 18 November 1911, yang terjadi pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Penetapan tanggal tersebut diusulkan oleh Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi sektor kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia.
“Meski hingga saat ini belum ada peraturan perundang-undangan yang secara resmi menetapkan Hari Sawit Nasional, namun peringatannya tetap dilakukan setiap tahun sebagai simbol penting bagi industri kelapa sawit di Indonesia,” ujar Wabup Kilat.
Lebih lanjut, Wabup Kilat tidak menampik bahwa perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bulungan berkembang cukup masif dan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, khususnya dalam membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Perkebunan sawit di Bulungan memang cukup luas dan menjadi salah satu sektor penopang ekonomi. Namun demikian, tentu harus tetap berada dalam pengawasan dan pengendalian pemerintah daerah,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keberadaan perkebunan sawit harus berjalan seimbang antara aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen untuk memastikan aktivitas perkebunan sawit dilakukan sesuai aturan, memperhatikan kelestarian lingkungan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Hari Sawit Nasional ini seharusnya menjadi momentum evaluasi bersama. Bagaimana sawit bisa terus memberi manfaat ekonomi, namun tetap menjaga lingkungan dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Wabup Kilat.
Wabup juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan, petani sawit, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mendukung tata kelola perkebunan sawit yang berkelanjutan.
“Sawit adalah aset strategis. Jika dikelola dengan baik dan bertanggung jawab, maka sektor ini akan terus menjadi kekuatan ekonomi Bulungan sekaligus tetap menjaga keberlanjutan untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (DKIP_Bulungan)





