Hari Waisak untuk Bumi: Bupati Syarwani dan Umat Buddha Tanam Pohon Bodhi di Bundayati

redaksi

TANJUNG SELOR – Perayaan Hari Raya Trisuci Waisak 2570 BE/2026 di Kabupaten Bulungan tidak hanya diwarnai dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga aksi nyata pelestarian lingkungan. Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., bersama umat Buddha Tanjung Selor melakukan penanaman Pohon Bodhi di Kebun Raya Bundayati pada Minggu (31/5/2026), sebagai simbol harmoni antara nilai spiritual, kepedulian terhadap alam, dan semangat membangun masa depan yang berkelanjutan.

Penanaman Pohon Bodhi yang memiliki makna mendalam dalam ajaran Buddha sebagai simbol kebijaksanaan, kesadaran, dan pencerahan ini menjadi pesan kuat bahwa peringatan Waisak tidak hanya diwujudkan melalui ritual keagamaan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga bumi dan lingkungan hidup.

Ketua Panitia Pelaksana, Hendy Dermawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bulungan yang telah memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana di kawasan Kebun Raya Bundayati.

Menurut Hendy, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan umat Buddha terhadap program Eco Teologi Kementerian Agama Republik Indonesia yang mendorong seluruh umat beragama untuk mengambil peran dalam pelestarian lingkungan.

Baca juga  Bupati Bulungan Meresmikan Taman Baru di Tepian Sungai Kayan

“Penanaman Pohon Bodhi ini mungkin terlihat sederhana, namun memiliki makna yang sangat besar. Kami ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual harus diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya dengan menjaga keseimbangan alam dan mendukung upaya konservasi hijau yang berkelanjutan di Kabupaten Bulungan,” ujar Hendy.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan umat Buddha dalam berbagai kegiatan lingkungan merupakan bagian dari komitmen untuk mewariskan bumi yang lebih baik kepada generasi mendatang.

Sementara itu, Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., mengapresiasi kontribusi umat Buddha yang secara konsisten mendukung berbagai program pemerintah daerah, termasuk kegiatan pelestarian lingkungan di kawasan Kebun Raya Bundayati.

Bupati mengingatkan bahwa Kebun Raya Bundayati merupakan aset bersama masyarakat Bulungan yang harus dijaga dan dirawat secara kolektif agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.

“Kebun Raya Bundayati adalah milik seluruh masyarakat Bulungan. Apa yang telah dibangun pemerintah tidak akan berarti tanpa partisipasi masyarakat untuk menjaga dan merawatnya. Karena itu, saya sangat mengapresiasi keterlibatan umat Buddha yang terus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan daerah,” kata Syarwani.

Baca juga  PSHT Cup III 2025 Resmi Dibuka, 135 Pesilat Tunjukkan Sportivitas dan Semangat Pelestarian Budaya

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan rencana pengembangan kawasan Kebun Raya Bundayati pada tahun 2026 melalui pembangunan rumah adat tiga suku di Kabupaten Bulungan serta amphitheater yang akan menjadi ruang ekspresi seni, budaya, dan kreativitas masyarakat.

Menurutnya, pengembangan tersebut akan semakin memperkuat fungsi Kebun Raya Bundayati sebagai kawasan konservasi yang terintegrasi dengan pendidikan, olahraga, rekreasi, budaya, dan ruang interaksi sosial masyarakat.

Kegiatan penanaman Pohon Bodhi kali ini juga melibatkan para pelajar dan generasi muda dari Sekolah Buddhis Paramita. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Hendy Dermawan menilai pengalaman belajar langsung di alam terbuka mampu membangun karakter anak-anak agar lebih peduli terhadap lingkungan dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap keberlangsungan kehidupan di masa depan.

Baca juga  Bupati Bulungan Resmi Lepas 86 Calon Jemaah Haji: “Semoga Menjadi Haji yang Mabrur dan Membawa Nama Baik Daerah”

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bunda PAUD dan Literasi Kabupaten Bulungan, Sri Nur Handayani, S.Pd. Ia mengapresiasi pelibatan anak-anak sekolah dalam aktivitas edukatif di Kebun Raya Bundayati.

“Anak-anak tidak hanya belajar di dalam ruang kelas. Kebun raya dapat menjadi ruang belajar terbuka yang menyenangkan, sehat, dan penuh pengalaman berharga. Melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar mencintai alam sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak dini,” ungkap Sri Nur Handayani.

Melalui penanaman Pohon Bodhi ini, peringatan Waisak di Bulungan menghadirkan pesan yang lebih luas tentang pentingnya merawat bumi, memperkuat kerukunan, dan membangun masa depan yang hijau serta berkelanjutan. Dari Kebun Raya Bundayati, semangat cinta kasih dan kebijaksanaan ditanam bersama, dengan harapan Bulungan terus tumbuh menjadi daerah yang damai, hijau, harmonis, dan penuh harapan bagi generasi mendatang. (dd)

Baca juga

Tags

Ads - Before Footer