Monev Infrastruktur Tanjung Palas dan Tanjung Palas Utara, Wabup Kilat Tegaskan Kualitas, Kepatuhan Kontrak dan Manfaat bagi Masyarakat

redaksi

TANJUNG SELOR – Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Kecamatan Tanjung Palas dan Tanjung Palas Utara, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proyek yang dibiayai anggaran daerah berjalan sesuai perencanaan, ketentuan teknis dan kontrak, serta menghasilkan infrastruktur yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam Monev tersebut, Kilat didampingi Asisten II Setkab Bulungan Errin Wiranda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bulungan Adriani, serta tim Monev lainnya. Mereka mendatangi langsung sejumlah lokasi pekerjaan sekaligus berdialog dengan konsultan, kontraktor dan instansi teknis.

Salah satu proyek yang dipantau yakni Peningkatan Jalan dan Penanganan Longsoran Jalan Simpang Poros Salimbatu–Sei Urang, Kecamatan Tanjung Palas, dengan pagu Rp8.324.862.426.

Selanjutnya di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Monev mencakup Semenisasi Jalan Lingkungan RT 01/RW 01 Desa Karang Agung senilai Rp1.034.187.000, RT 16/RW 06 Desa Karang Agung Rp895.154.000, serta RT 07/RW 02 Desa Karang Agung Rp753.843.000.

Baca juga  “PARADE DESA” Jadi Penguat Sinkronisasi Pembangunan di Rakor Pemerintahan Desa Bulungan

Tim juga meninjau Peningkatan Jalan Desa Kelubir (lanjutan) senilai Rp1.943.722.501, Peningkatan Jalan Liliana–Aspiragus Desa Karang Agung Rp6.389.117.560, Peningkatan Jalan dengan Perkerasan Aspal di Lingkungan Desa Pimping Rp1.972.100.000, Penyelesaian Peningkatan Jalan Desa Kelubir–Desa Ruhui Rahayu (lanjutan) Rp2.220.276.400, serta Pembangunan Jembatan/Box Culvert Kecamatan Tanjung Palas Utara Rp1.856.710.000.

Seluruh pekerjaan tersebut berada dalam penanganan DPUPR Kabupaten Bulungan, selain sejumlah proyek lain yang turut dipantau selama kunjungan lapangan.

Di setiap lokasi, Wabup Kilat tidak hanya mengecek progres fisik, tetapi memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis dan kontrak yang telah ditetapkan.

Kilat menegaskan, progres pekerjaan tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran. Kualitas dan ketahanan hasil pembangunan harus menjadi perhatian utama, sehingga infrastruktur yang dibangun dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

Baca juga  Wakil Bupati Bulungan Sambut Silaturahmi Persekutuan Gereja - Gereja Indonesia (PGI) di Bulungan

Ia juga secara langsung menanyakan kepada konsultan, kontraktor dan instansi teknis mengenai kendala yang dihadapi di lapangan.
“Kalau ada kendala di lapangan, harus segera disampaikan. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan sejak awal justru dibiarkan dan kemudian mengganggu pekerjaan,” pesan Kilat.

Ia menegaskan, apabila ditemukan progres yang tidak berjalan sebagaimana mestinya atau tidak sesuai ketentuan kontrak, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi dan peninjauan kembali.

Menurut Kilat, pembangunan tidak sekadar mengejar penyelesaian proyek, tetapi harus memastikan hasilnya dapat dirasakan langsung masyarakat. Infrastruktur jalan, penanganan longsoran, semenisasi, jembatan dan box culvert memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas, akses ekonomi, distribusi barang dan jasa serta konektivitas antarwilayah.

Karena itu, ia meminta konsultan menjalankan fungsi pengawasan secara optimal, kontraktor melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi, sementara OPD teknis terus melakukan pengawasan dan evaluasi.
“Yang kita harapkan tentu semua pekerjaan dapat berjalan dengan baik, sesuai kontrak, dan kualitasnya terjaga. Karena pada akhirnya yang ingin kita pastikan adalah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Baca juga  Wabup Bulungan Terima Usulan Pembangunan Gereja Baru di Bunyu: “Semoga APBD Kita Membaik agar Bisa Diakomodir”

Monev lapangan tersebut menjadi bentuk komitmen Pemkab Bulungan untuk memastikan pembangunan tidak hanya berdasarkan laporan administratif, tetapi juga melalui pengecekan langsung terhadap kondisi pekerjaan.

Kilat berharap seluruh proyek dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai kontrak, berkualitas dan memberikan manfaat nyata, sehingga pembangunan infrastruktur di Tanjung Palas dan Tanjung Palas Utara benar-benar mampu mendukung aktivitas serta meningkatkan akses masyarakat. (DKIP_Bulungan)

Baca juga

Tags