Wakapolda Kaltara Pantau Langsung Rikkes Tahap I Seleksi Polri 2026: Tegaskan Prinsip BETAH

redaksi

TANJUNG SELOR – Wakapolda Kalimantan Utara, Brigjen Pol. Gol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., meninjau langsung pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap I dalam rangka Seleksi Penerimaan Terpadu Calon Anggota Polri T.A. 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Tanjung Selor ini diikuti oleh para calon Taruna/i Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri. Selasa (14/04/2026)

​Dalam kunjungannya, Wakapolda memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai dengan prinsip yang telah diterapkan, yakni prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa putra-putri terbaik Kalimantan Utara mendapatkan kesempatan yang adil untuk bergabung menjadi bagian dari Korps Bhayangkara.

Baca juga  Pelaksanaan Tes Kesamaptaan Jasmani Semester I Tahun 2025 Polda Kaltara Digelar di Lapangan Mapolda Kaltara

Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh tim medis profesional, tetapi juga dipantau secara ketat oleh pengawas internal.

  • ​Bid Propam Polda Kaltara: Mengawasi kedisiplinan dan prosedur personel di lapangan.
  • ​Itwasda Polda Kaltara: Memastikan aspek akuntabilitas dan transparansi proses verifikasi data serta hasil pemeriksaan.

​”Kami ingin memastikan bahwa tidak ada celah bagi kecurangan. Semua berjalan secara adil dan jujur agar menghasilkan personel Polri yang berkualitas sejak tahap awal,” ujar Brigjen Pol. Yusuf di sela-sela peninjauan.

Pada tahap awal ini, para peserta menjalani serangkaian tes fisik yang mendalam untuk mengukur standar kesehatan dasar. Rangkaian pemeriksaan tersebut meliputi:

  1. ​Komposisi Tubuh: Pengukuran tinggi badan (TB), berat badan (BB), dan postur tubuh (PLT) untuk memastikan kesesuaian fisik.
  2. ​Tekanan Darah: Pemeriksaan kondisi kardiovaskular dasar.
  3. ​Kesehatan Gigi dan Mulut: Pengecekan kondisi karies, struktur rahang, dan kesehatan mulut secara umum.
  4. ​Tes Buta Warna & Visus Mata: Uji ketajaman penglihatan untuk memastikan fungsi mata bekerja optimal.
  5. ​Pemeriksaan Bedah: Deteksi adanya bekas luka operasi, varises, hingga kelainan fisik lainnya yang dapat menghambat tugas kepolisian.
  6. ​Pendalaman: Tahap akhir verifikasi medis untuk mengonfirmasi temuan selama pemeriksaan.
Baca juga  Kapolda Kaltara Beri "Suprise" pada Perayaan HUT TNI Ke-79

Dengan pengawasan langsung dari pimpinan Polda Kaltara, diharapkan proses rekrutmen tahun ini dapat melahirkan calon-calon anggota Polri yang memiliki ketahanan fisik prima dan mentalitas yang kuat untuk melayani masyarakat Kalimantan Utara di masa depan.

Baca juga

Tags