SEKATAK – Suasana malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, berubah mencekam. Diduga dipicu pengaruh minuman keras, sebuah peristiwa pengeroyokan disertai penikaman terjadi di Mess Karyawan PT. BSMP Afdeling A dan B, Desa Liagu, pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 23.30 WITA.
Peristiwa berdarah tersebut kini dalam penanganan Polsek Sekatak dan Satreskrim Polresta Bulungan. Insiden ini mengakibatkan dua orang menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis pisau.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K., melalui Kasat Reskrim Polresta Bulungan AKP Rio Adi Pratama, membenarkan kejadian tersebut.
“Dari hasil penanganan awal, terdapat dua korban penganiayaan menggunakan senjata tajam, masing-masing berinisial MS (58) dan SA (22). Saat ini keduanya sedang menjalani perawatan medis di ruang IGD RSUD Jusuf SK Tarakan,” jelas AKP Rio.
Sementara itu, terduga pelaku utama berinisial Jum telah diamankan oleh personel Polsek Sekatak bersama Satreskrim Polresta Bulungan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula saat Jum bersama Sah dan Wan menggelar pesta minuman keras jenis Ciu Cap Tikus di atas sebuah mobil yang terparkir di depan rumah pelaku.
Dalam kondisi terpengaruh alkohol, Jum tiba-tiba mengamuk sambil membawa sebilah pisau. Bersama Sah dan Wan, ia kemudian mendatangi rumah seorang warga berinisial Am dan melakukan upaya penyerangan dengan senjata tajam.
“Penusukan ke arah korban Am sempat dilakukan, namun tidak mengenai korban,” ungkap AKP Rio.
Merasa belum puas, pelaku kemudian berpindah ke rumah korban MS. Ketiganya mendobrak pintu rumah dan langsung melakukan penyerangan, hingga MS mengalami luka akibat tikaman pisau.
Keterangan saksi di lokasi menyebutkan bahwa penusukan dilakukan langsung oleh Jum, sementara Sah dan Wan—yang merupakan anak dari Jum—ikut membantu melakukan pengeroyokan terhadap korban.
Ironi: Pelaku Justru Ikut Jadi Korban
Ironisnya, dalam insiden tersebut, Sah—salah satu pelaku pengeroyokan—justru ikut terluka akibat senjata tajam. Ia diduga tertimpa atau terkena sajam saat kejadian berlangsung, hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
“Salah satu terduga pelaku juga mengalami luka serius dan hingga saat ini masih dalam kondisi koma serta belum sadarkan diri,” tambah AKP Rio
Masih Didalami Polisi
Pihak kepolisian memastikan bahwa penyidikan masih terus berlanjut, termasuk mendalami peran masing-masing pelaku, motif kejadian, serta pengaruh minuman keras dalam peristiwa tersebut.
Polresta Bulungan kembali mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi minuman keras, terlebih saat momen perayaan, karena berpotensi memicu tindak kekerasan dan mengancam keselamatan jiwa.
Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa pesta miras dapat berujung tragedi, bahkan menelan korban dari pihak pelaku sendiri. (***)





