TANJUNG SELOR – Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md secara resmi membuka pelaksanaan Sekolah Kebangsaan dan Kebijakan Publik Tahun 2025 yang merupakan hasil kolaborasi antara DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bulungan, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Bulungan, dan Koran Borneo.

Dalam sambutannya, Wabup Bulungan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif kegiatan tersebut yang mengangkat tema “Meneguhkan Nasionalisme, Lahirkan Negarawan Muda Perbatasan.”
“Tema ini sangat relevan dengan kondisi daerah kita yang berada di wilayah strategis perbatasan negara, di mana tantangan nasionalisme dan wawasan kebangsaan harus selalu dipelihara dengan sungguh-sungguh,” ungkap Kilat.

Menurutnya, bangsa Indonesia membutuhkan generasi muda yang memiliki jiwa nasionalis, integritas, serta kepedulian terhadap kepentingan bangsa dan negara. “Sekolah Kebangsaan dan Kebijakan Publik seperti yang kita buka hari ini adalah wadah penting untuk melahirkan negarawan muda perbatasan yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, sikap toleransi, dan keberanian memperjuangkan kebaikan bersama,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemuda merupakan tulang punggung bangsa, termasuk di Kabupaten Bulungan. “Saya sangat bangga melihat organisasi kepemudaan, termasuk GAMKI, terus berkontribusi aktif. Saya juga memberikan penghargaan kepada DPD KNPI Kabupaten Bulungan yang turut hadir sebagai mitra strategis dalam membangun sinergi pemuda lintas organisasi,” tambahnya.

Lebih jauh, Kilat berharap kegiatan ini dapat melahirkan gagasan segar, ide cemerlang, dan semangat kebangsaan yang mengakar kuat di kalangan generasi muda Bulungan. “Mari kita jaga persatuan dalam keberagaman, memperkokoh identitas bangsa, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dinamika global,” tegasnya.
Wabup menutup sambutannya dengan doa dan harapan. “Semoga kita semua senantiasa diberikan bimbingan dan kekuatan dalam mengabdi untuk masyarakat, daerah, dan bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD KNPI Bulungan, Anugrah Rimbana Pratama Putra, S.T menilai bahwa melalui kegiatan ini mampu melahirkan calon negarawan muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki jiwa cinta tanah air.
“Antusiasme pemuda Bulungan cukup tinggi. Dari target 50 peserta, yang hadir justru melebihi ekspektasi. Artinya, ini menunjukkan hal yang baik dan positif demi kemajuan daerah,” ungkapnya.
Ia pun berharap sekolah kebangsaan ini dapat memantik lahirnya ide-ide baru serta menumbuhkan kesadaran pemuda untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

Senada, Ketua DPC GAMKI Bulungan, Denis Yosafat, S.Pi yang menekankan bahwa tema sekolah kebangsaan kali ini berfokus pada pembinaan karakter generasi muda. Menurutnya, pemuda Kristen di Bulungan harus terus menumbuhkan semangat nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemuda adalah agen perubahan sekaligus tulang punggung sejarah kemerdekaan bangsa. Karena itu, mereka harus memiliki andil dalam kebijakan maupun dinamika sosial yang berkembang,” tegas Denis.
Ia menambahkan, GAMKI Bulungan ingin agar para peserta dapat menyerap pengetahuan dari para pemateri, sehingga wawasan mereka semakin terbuka dan siap menjadi pelopor perubahan positif di daerah. (dni)





