TANJUNG SELOR — Suasana penuh duka dan haru menyelimuti Kantor Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Kayan Hilir, Kamis (7/5/2026). Di tempat itulah keluarga, jemaat, kerabat, hingga masyarakat berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pdt. Yakup Jalung, M.Th, Bapak Gembala GKII Teras Nawang yang tutup usia dan meninggalkan kesedihan mendalam bagi banyak orang.

Sejak pagi hari, para pelayat mulai berdatangan. Wajah-wajah sendu tampak memenuhi halaman gereja. Sebagian jemaat duduk terdiam sambil memegang tisu dan kitab doa, sementara yang lain saling menguatkan di tengah suasana kehilangan yang begitu terasa.
Di tengah suasana duka itu, hadir Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md bersama sang istri, Martina Kilat, S.Sos serta rombongan untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum.
Kedatangan Wakil Bupati disambut dengan suasana haru. Langkah pelan Kilat bersama istri memasuki ruang duka seakan menambah kesunyian yang sudah sejak tadi menyelimuti tempat tersebut. Beberapa anggota keluarga almarhum langsung menitikkan air mata ketika bersalaman dan menerima pelukan penguatan dari rombongan.

Tangis keluarga pecah ketika Wakil Bupati menyalami satu per satu keluarga yang ditinggalkan. Suara isak tangis terdengar memenuhi ruangan. Beberapa jemaat bahkan tak mampu lagi menahan air mata saat mengenang sosok almarhum yang selama ini dikenal sebagai pribadi sederhana, penuh kasih, dan selalu hadir bagi jemaatnya.
Dengan nada lirih dan wajah penuh empati, Kilat menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian Pdt. Yakup Jalung. Menurutnya, kepergian seorang pelayan Tuhan tentu menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi jemaat dan masyarakat yang mengenal dedikasi almarhum selama ini.
“Kepergian ini tentu menjadi hal yang sangat berat dan tidak pernah diduga. Kami turut merasakan duka yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan,” ucapnya di hadapan keluarga.

Suasana semakin emosional ketika Martina Kilat memeluk beberapa anggota keluarga yang terus menangis. Pelukan hangat dan kata-kata penguatan dari istri Wakil Bupati membuat sejumlah keluarga kembali larut dalam tangisan. Beberapa kerabat tampak berusaha menenangkan suasana, sementara para jemaat memberikan dukungan moril dengan doa-doa yang dipanjatkan bersama.
Di dalam ruangan duka, ucapan belasungkawa terus terdengar secara bergantian. Aroma bunga bercampur suasana hening menciptakan nuansa kehilangan yang mendalam. Sejumlah jemaat terlihat duduk sambil menundukkan kepala, mengenang perjalanan pelayanan almarhum semasa hidupnya.

Bagi masyarakat dan jemaat GKII Teras Nawang, sosok Pdt. Yakup Jalung bukan hanya seorang pendeta, tetapi juga figur pengayom yang setia melayani umat hingga ke pelosok. Dalam berbagai situasi, almarhum dikenal selalu hadir memberikan penguatan rohani, mendampingi jemaat dalam suka maupun duka tanpa mengenal lelah.
Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi banyak orang. Tidak sedikit jemaat yang datang menyampaikan kenangan tentang ketulusan dan pengabdian almarhum selama melayani gereja dan masyarakat.
Hingga siang hari, para pelayat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Doa demi doa dipanjatkan mengiringi kepergian sang gembala. Di tengah isak tangis yang belum reda, suasana perlahan berubah menjadi keheningan penuh penghormatan, seakan semua yang hadir tengah mengikhlaskan kepergian sosok pelayan Tuhan yang telah menuntaskan pengabdiannya di dunia. (***/pna)





