Berkarya di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Tarakan Kantongi Penghasilan dari Hasil Produksi Sendiri

redaksi

TARAKAN – Kehidupan di balik jeruji besi tak lagi sekadar menjalani masa pidana. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan, warga binaan kini diberi kesempatan untuk berkarya, mengasah keterampilan, hingga memperoleh penghasilan dari hasil kerja mereka sendiri.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pembinaan kemandirian yang secara konsisten dijalankan Lapas Kelas IIA Tarakan. Sebagai bentuk penghargaan atas produktivitas warga binaan, pihak lapas kembali menyerahkan premi hasil kegiatan kerja produksi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (9/7/2026).


Penyerahan premi dilakukan secara simbolis oleh Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, didampingi jajaran pejabat struktural. Premi tersebut diberikan kepada warga binaan yang aktif mengikuti program pembinaan kemandirian dan menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi.

Baca juga  Empati Tak Sekadar Kata, Polsek Tarakan Barat Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor

Jupri menjelaskan, pemberian premi merupakan agenda rutin setiap bulan sebagai bentuk pemenuhan hak warga binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja produktif. Selain menjadi apresiasi atas dedikasi mereka, premi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata selama menjalani masa pembinaan.


“Pemberian premi ini adalah bentuk apresiasi atas hasil kerja warga binaan. Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga sudah menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Jupri.

Menurutnya, program pembinaan kemandirian tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan kerja, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal usaha dan kemampuan mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat.

Baca juga  Warung Bakso ABC di Jalan Mulawarman Tarakan Terbakar Senin Siang

Pelaksanaan program tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, khususnya Pasal 39 ayat (1), yang mengatur bahwa pembinaan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang menghasilkan barang maupun jasa. Dengan demikian, warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga menerima premi sebagai hasil dari produktivitas mereka.

Lebih lanjut, Jupri menyebut pembinaan kemandirian di Lapas Tarakan juga menjadi bagian dari program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya dalam memperluas pemasaran produk hasil karya warga binaan melalui koperasi maupun sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Baca juga  Perdana di Kaltara, Masjid Baiturahman Tarakan Jadi Percontohan Program Masjid Clean Berbasis CSR

Melalui program ini, Lapas Tarakan berharap warga binaan mampu membangun mental kerja, meningkatkan kepercayaan diri, serta memiliki keterampilan yang dapat menjadi modal untuk memulai kehidupan baru setelah bebas nanti.
“Harapan kami, warga binaan yang ada di sini terus berkembang, mampu meningkatkan kemampuan dirinya, serta menghasilkan produk-produk UMKM yang bernilai dan bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” pungkas Jupri. (wd26/dd)

Baca juga

Tags