TANJUNG SELOR – Peringatan hari anak di Kalimantan Utara (Kaltara) turut digunakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara untuk memperkuat pemantauan tumbuh kembang serta kesehatan generasi muda di seluruh wilayah Kaltara.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Kaltara, Arif Rahman, menerangkan, saat ini memprioritaskan pengawasan tumbuh kembang anak sejak usia dini, menurut analisis kondisi kesehatan pada fase tersebut menjadi pondasi utama kualitas masa depan anak.
“Pelayanan kesehatan yang disesuaikan dengan momen hari anak ini kami fokuskan pada tumbuh kembang dan kesehatan anak. Kesehatan pada usia dini dan remaja sangat menentukan masa depan anak serta kualitas generasi mendatang,” ujarnya.

Pemantauan dilakukan melalui pengumpulan data terpadu dari tiap puskesmas seluruh kecamatan dan kabupaten/kota, yang mencatatkan tren penurunan prevalensi stunting secara konsisten.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kaltara, Dadang Hermanto, memaparkan teknis intervensi gizi yang difokuskan pada penanganan anemia bagi remaja putri sebagai langkah awal menekan angka stunting.
“Penanganan dan pencegahan stunting kini diprioritaskan sejak usia remaja. Remaja putri yang sehat diharapkan menjadi calon ibu yang sehat sehingga dapat melahirkan anak-anak yang terbebas dari stunting,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, secara berkala menerjunkan petugas puskesmas ke sekolah-sekolah di wilayah Kaltara, melalui program penjaringan untuk pemeriksaan/ skrining anemia yang hampir mendekati angka 30 persen.
“Dari hasil pemeriksaan sampel di beberapa daerah (seperti Malinau, Tana Tidung, dan kabupaten/kota lainnya), ditemukan kasus anemia kategori sedang hingga berat pada remaja putri mendekati angka 30 persen, dan angka ini bisa lebih tinggi jika memperhitungkan kategori ringan,” katanya.
Meskipun demikian, Dadang mengapresiasi tingginya partisipasi dan pemikiran orang tua yang semakin terbuka dalam mendukung program pemeriksaan kesehatan sekolah.
“Jika ditemukan masalah kesehatan dari hasil pemeriksaan, pihak dinas akan langsung mengkomunikasikannya kepada orang tua untuk tindak lanjut penanganan, harapannya kita dapat mengatasi yang terjadi untuk kedepannya bagi masa depan anak dan mengkurasi skala peningkatan anemia yang terjadi pada era sekarang,” pungkasnya. (wd26/nn)









