‎Tak Ingin Atlet Kaltara Dibajak Daerah Lain, Dispora Siapkan Skema Beasiswa

redaksi

‎TANJUNG SELOR – Prestasi seorang atlet tidak cukup hanya diukur dari medali yang diraih. Setelah mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya, tantangan berikutnya adalah memastikan atlet tersebut tetap bertahan dan mendapat ruang untuk terus berkembang di Kalimantan Utara (Kaltara).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltara, Bustan, mengatakan, menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kaltara 2026 di Kabupaten Malinau, 10 November mendatang, Dispora ingin ajang tersebut tidak hanya menjadi arena perebutan medali, tetapi juga momentum menemukan bibit atlet potensial.

‎Potensi atlet Kaltara dinilai cukup besar dan tersebar di seluruh kabupaten/kota. Karena itu, Porprov menjadi salah satu kesempatan untuk melihat lebih jauh atlet-atlet muda yang memiliki kemampuan dan berpeluang dikembangkan hingga level nasional.

‎“Pekan Olahraga Provinsi ini salah satu kita mencari bibit-bibit yang terpendam di seluruh kabupaten, kota,” ujar Bustan, Kamis (3/9).

Baca juga  Gubernur Minta RKPD 2027 Fokus pada Prioritas Pembangunan dan Kebutuhan Masyarakat

‎Atlet potensi pada PON harus mulai dipetakan, beberapa cabang olahraga seperti panjat tebing, panahan, akuatik atau renang, atletik hingga tinju dinilai memiliki peluang untuk menjadi sektor unggulan Kaltara.

‎“Cabor-cabor apa yang bisa nanti mungkin bisa memberikan kontribusi saat, PON, Itu yang kita mungkin pelototin,” katanya.

‎Namun, Bustan juga menyoroti persoalan yang selama ini menjadi tantangan dalam pembinaan atlet. Ketika seorang atlet muda Kaltara berhasil menunjukkan prestasi, tidak jarang mereka kemudian mendapatkan kesempatan untuk memperkuat daerah lain.

Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diantisipasi dengan memberikan dukungan yang membuat atlet tetap memiliki alasan untuk bertahan dan berkembang di daerah sendiri.

‎“Saya pesan, mungkin setiap daerah ketika ada atlet muda kita yang berprestasi, coba kita ikat dengan beasiswa,” ungkapnya.

Baca juga  Pejabat Baru Pemprov Kaltara Dipantau Ketat, DPRD Usulkan Evaluasi 100 Hari

‎Beasiswa dapat diberikan bersamaan dengan fasilitas pendidikan di perguruan tinggi lokal, dengan begitu, atlet tidak harus meninggalkan Kaltara untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan karier olahraganya.

‎“Di Kaltara ini kita beasiswai. Dia tidak pindah ke lain. Jangan sampai dia misalnya pindah ke Jawa atau ke Sulawesi. Nah, ini harapan saya kita sinergi, kolaborasi dengan perguruan tinggi,” tegasnya.

‎Ia menilai pola tersebut bukan hanya bentuk penghargaan kepada atlet berprestasi, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang mempertahankan talenta olahraga daerah. ‎Selain atlet muda, Dispora Kaltara juga akan memetakan atlet yang sudah memiliki kemampuan matang. Bustan mencontohkan sejumlah atlet tinju yang ditemuinya di Tarakan, termasuk atlet dari lingkungan TNI dan Polri.

‎“Ya kan di mungkin ada di kesatuan TNI, Polri, itu kan sudah barang yang sudah jadi. Tinggal kita identifikasi data, itu menjadi sektor unggulan kita,” jelasnya.

Baca juga  Universitas Kaltara Gelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Petugas Tambahan

‎Pemetaan penting agar pembinaan tidak dilakukan secara umum tanpa melihat potensi masing-masing cabang olahraga. Terlebih, di tengah kondisi efisiensi anggaran, pemerintah perlu menentukan sektor olahraga yang benar-benar memiliki peluang memberikan prestasi.

“Ini salah satu cara di tengah-tengah efisiensi. Disamping itu tadi, pembinaan di usia dini,” pungkasnya (ve26/nn)

Baca juga

Tags