TANJUNG SELOR – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara (Kaltara), memprioritaskan penanganan ruas jalan yang menjadi koridor utama logistik di Pulau Kalimantan pada tahun 2026. Perbaikan difokuskan pada jalur dari perbatasan Kalimantan Timur hingga Malinau yang menjadi akses vital distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Kepala BPJN Kaltara,Tri Bakti Mulianto, mengatakan, koridor lintas selatan Kalimantan merupakan urat nadi transportasi darat yang menghubungkan sejumlah provinsi di Pulau Kalimantan.
”Prioritas kami adalah koridor logistik dari batas Kalimantan Timur menuju Tanjung Selor, Malinau hingga Sungai Ular. Jalur ini menjadi akses utama distribusi barang dan mobilitas masyarakat,” ujarnya, Jumat (7/8).
Selain menjadi jalur logistik, ruas tersebut juga merupakan akses menuju Bandara Tanjung Harapan, kawasan wisata Berau, hingga penghubung menuju Provinsi Kalimantan Timur.
Menurutnya, meski tingkat kemantapan jalan nasional di Kaltara telah mencapai sekitar 96 persen, masih terdapat sejumlah titik yang mengalami penurunan badan jalan dan membutuhkan penanganan segera, khususnya di ruas batas Bulungan menuju arah Berau.
BPJN saat ini tengah mengerjakan paket rehabilitasi mayor sepanjang sekitar 4,7 kilometer yang tersebar di beberapa titik kerusakan paling parah. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada November 2026.
”Karena anggaran terbatas, kami belum bisa menangani seluruh ruas sekaligus. Penanganan difokuskan pada titik-titik yang kondisinya paling kritis agar tetap aman dilalui,” jelasnya.
Mendukung penyelenggaraan jalan nasional di Kaltara, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp160,8 miliar pada 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk pemeliharaan dan penanganan jalan nasional sepanjang 643 kilometer beserta jembatan yang ada di wilayah Kaltara, di luar anggaran jalan perbatasan. (ve26/nn)
Jalur Logistik, BPJN Fokus Benahi Jalur Kaltim–Malinau









