‎Bulungan Ternyata Penyumbang Karhutla Terbesar di Kaltara

redaksi

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik sekaligus Manager Pusdalops BPBD Kaltara, Rony Haryanto. (FOTO:Yohanes/PENA KALTARA)

‎TANJUNG SELOR – Kabupaten Bulungan menjadi wilayah dengan catatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tertinggi di Kalimantan Utara selama Agustus 2026. Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kaltara, tercatat 41 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 720,12 hektare.

‎Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik sekaligus Manager Pusdalops BPBD Kaltara, Rony Haryanto, mengatakan, penanganan karhutla di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran.

‎“Nah, sekarang ini yang kesulitan kita ini kadang-kadang titik air yang kita ambil agak jauh. Ya, sumber air itu agak jauh. Itu yang salah satunya mempersulit kita,” ujar Rony, Selasa (8/9).

‎Selain sumber air, keterbatasan personel juga menjadi kendala, terutama dalam menghitung luas lahan yang terbakar setelah kejadian. Penghitungan harus dilakukan dengan hati-hati karena sebagian lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut.

‎“Kedua, kendalanya kami karena keterbatasan personel untuk menghitung luasan lahan yang terbakar pasca kejadian tadi, karena yang terbakar ini kebanyakan gambut, kami sangat berhati-hati dan keterbatasan personel,” ujarnya.

‎Tingginya kejadian karhutla di Bulungan juga sejalan dengan jumlah titik panas (hotspot). Data BPBD Kaltara berdasarkan deteksi satelit melalui aplikasi Sipongi mencatat 1.744 titik panas di Bulungan sepanjang Agustus 2026. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di Kaltara.

‎Rony menyebut kejadian karhutla di Bulungan terkonsentrasi di Kecamatan Tanjung Palas Timur.

‎“Jadi memang di Kabupaten Bulungan di Kecamatan Tanjung Palas Timur, terkonsentrasinya di Kecamatan Tanjung Palas Timur,” katanya.

‎Secara keseluruhan, Kaltara mencatat 108 kejadian karhutla dengan luas area terbakar 877,61 hektare selama Agustus. Sementara jumlah titik panas mencapai 3.303 titik.

‎Memperkuat penanganan, BPBD Kaltara telah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan mengusulkan tambahan peralatan untuk menangani Karhutlah.

‎“Kami sudah mengusulkan bantuan peralatan, walaupun memang peralatan kami juga sudah ada ya. Artinya kita untuk memperkuat,” jelasnya

‎Ditengah kondisi kering, Rony mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.

‎“Jangan membuang puntung rokok sembarangan. Itu sangat mudah memicu karena kita melihat bahwa tingkat kekeringan kita ini tinggi sehingga apapun saja itu bisa terpicu untuk bisa jadi kebakaran,” tegasnya.(ve26/nn)

Baca juga  Warga Diduga Diterkam Buaya Saat Mencari Ikan di Sungai Pentian, Pencarian Masuki Hari Kelima

Baca juga

Tags