TANJUNG SELOR – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan terus diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan sarana produksi kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kua Kimet berupa 9 unit mesin jahit dan 1 unit mesin obras, Selasa (28/7/2026).

Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bulungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendorong tumbuhnya usaha kecil yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perindustrian Diskoperindag Kabupaten Bulungan, Joly Kamser Sinaga, S.T., mengatakan bantuan alat produksi ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan usaha masyarakat, khususnya sektor industri kecil dan menengah.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan peralatan kerja, tetapi juga menjadi stimulus agar kelompok usaha mampu meningkatkan produktivitas serta memperluas peluang usaha.
“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas produksi kelompok usaha. Harapannya, dengan adanya mesin jahit dan mesin obras ini, anggota KUB dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas hasil produksinya sehingga mampu bersaing di pasar,” ujar Joly.
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan terdiri dari sembilan unit mesin jahit dan satu unit mesin obras yang akan dimanfaatkan secara bersama oleh anggota KUB Kua Kimet sebagai sarana produksi dalam menjalankan usaha konveksi dan menjahit.
Namun demikian, Joly menegaskan bahwa program pemberdayaan tersebut tidak berhenti pada penyerahan bantuan alat semata.
Pemerintah Kabupaten Bulungan telah menyiapkan program lanjutan berupa pelatihan keterampilan menjahit yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Pelatihan tersebut akan dilaksanakan oleh Diskoperindag Kabupaten Bulungan dengan pendampingan langsung dari Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bulungan, Martina Kilat, S.Sos.
“Program ini dirancang secara berkelanjutan. Setelah bantuan alat disalurkan, para anggota kelompok akan mendapatkan pelatihan agar kemampuan teknis mereka semakin meningkat dan alat yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Joly mengatakan pendampingan yang akan diberikan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan menjahit.
Para pelaku usaha juga akan dibekali kemampuan dalam mengelola usaha secara profesional, mulai dari manajemen produksi, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran agar mampu memperluas jaringan pasar.
“Kami ingin kelompok usaha ini tidak hanya mahir memproduksi, tetapi juga mampu mengelola usahanya dengan baik. Karena keberhasilan sebuah usaha bukan hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga bagaimana mengatur keuangan, melakukan pemasaran, dan membangun daya saing,” katanya.
Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap KUB Kua Kimet dapat berkembang dari usaha berskala kecil menjadi unit usaha produktif yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal melalui pemberdayaan masyarakat.
Dengan memadukan bantuan sarana produksi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendampingan usaha secara berkelanjutan, pemerintah optimistis kelompok usaha masyarakat akan mampu berkembang secara mandiri.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan hanya menjadi aset kelompok, tetapi benar-benar menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas, menambah pendapatan, dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” pungkas Joly.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bulungan berkomitmen terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sehingga pelaku usaha kecil mampu tumbuh menjadi sektor ekonomi yang tangguh, mandiri, dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah. (dd)












