TANJUNG SELOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, meninjau langsung kawasan perbatasan di Kalimantan Utara (Kaltara). Kunjungan tersebut turut menyoroti persoalan konektivitas dan akses di wilayah perbatasan yang ditargetkan pemerintah pusat dapat diselesaikan hingga 2029.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara Denny Harianto mengatakan, pemerintah pusat menargetkan penyelesaian konektivitas yang mencakup jalan, jembatan, dan akses lainnya di kawasan perbatasan.
“Bapak Menteri yang pertama datang langsung meninjau perbatasan, yang jelas tadi malam saya dapat informasi bahwa Insya Allah pemerintah pusat akan menyelesaikan sampai tahun 2029,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).
Perbatasan Kaltara berada di Kabupaten Nunukan dan Malinau. Kunjungan Mendagri juga dilanjutkan dengan rencana melihat langsung kondisi di Krayan.
“Iya. Kan daerah perbatasan kita kan di Nunukan dan Malinau itu, dan hari ini Insya Allah beliau berkunjung ke Krayan langsung untuk melihat kondisi di sana,” bebernya.
Terkait target tersebut, Denny belum dapat menyampaikan besaran anggaran yang disiapkan pemerintah pusat. Namun begitu, ia menilai adanya keseriusan pemerintah pusat memperhatikan berbagai persoalan di kawasan perbatasan Kaltara. Persoalan konektivitas dan akses merupakan bagian fundamental yang perlu ditangani. Ia juga menyebut komunikasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat selama ini berjalan baik.
“Bahwa ada satu hal permasalahan yang betul-betul yang fundamental bisa tertangani dengan baik, seperti itu. Artinya, komunikasi kita dengan pusat selama ini berjalan bagus,” pungkasnya. (ve26/nn)












