TANJUNG SELOR – Olahraga tradisional menyumpit menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulungan ke-66 dan Hari Ulang Tahun Kota Tanjung Selor ke-236 tahun 2026. Sebanyak 337 peserta mengikuti kejuaraan ini, termasuk peserta dari Kalimantan Timur (Kaltim).

Kejuaraan menyumpit menjadi bagian dari tiga cabang olahraga yang dipertandingkan, bersama panahan dan bola voli. Secara keseluruhan, kegiatan yang dibuka Bupati Bulungan Syarwani di Kebun Raya BundaYati, Selasa (20/10/2026).

Selain menyumpit, juga ada kejuaraan panahan diikuti 84 peserta, dan bola voli melibatkan 32 klub dengan 448 peserta. Bupati kabupaten Bulungan, Syarwani, menegaskan, olahraga menyumpit bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga bagian dari identitas masyarakat yang perlu dijaga agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
“Silakan kita mencintai berbagai macam olahraga prestasi, namun kita juga harus paham dan tahu bahwa kita memiliki identitas di Kabupaten Bulungan bahwa di Kabupaten Bulungan ada olahraga tradisional yang juga harus terus kita jaga, yang harus terus kita rawat supaya tidak hilang dan punah di tengah kondisi kemajuan teknologi dan peradaban hari ini,” ujarnya.
Pelestarian olahraga tradisional perlu ditanamkan sejak dini, terutama kepada generasi muda. Ia mengapresiasi kolaborasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Bulungan bersama Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini menjadi ajang pemanasan dan menjadi lebih meningkatkan dan sekaligus mengasah kemampuan adik-adik semuanya, terutama panahan maupun olahraga bola voli yang nanti akan ikut serta dalam kegiatan Porprov di tahun 2026 ini,” tutup Syarwani.
Lomba menyumpit berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 di Kebun Raya BundaYati. Kejuaraan bola voli digelar pada 21–25 Oktober 2026 di Lapangan Voli Ahmad Yani, Tanjung Selor, sedangkan kejuaraan panahan berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 di Kebun Raya BundaYati. (ve26/nn)












