TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 juta melalui APBD 2026 untuk menangani pendangkalan di Pelabuhan Kayan II. Anggaran tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi pendangkalan yang menjadi perhatian di jalur transportasi air menuju Tarakan dan Pulau Bunyu.
Kepala Bidang Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Bulungan, Erwin Hernanda, mengatakan anggaran tersebut telah disetujui setelah pihaknya mengajukan tambahan kepada tim anggaran pemerintah daerah.
“Jadi kemarin disetujui Rp50 juta. Jadi mudah-mudahan itu bisalah mengurangi sedikit,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Sebelum memperoleh alokasi anggaran dari pemerintah daerah, penanganan pendangkalan sempat direncanakan melalui swadaya dengan melibatkan pemilik speedboat dan dukungan sumbangan dari berbagai pihak. Namun, rencana tersebut belum dapat dilaksanakan karena terkendala pengumpulan dana dan sejumlah persoalan lainnya.
Melalui alokasi APBD 2026, penanganan pendangkalan diharapkan dapat segera dilakukan. Langkah ini diperlukan untuk mendukung aktivitas pelayanan penumpang yang menggunakan Pelabuhan Kayan II, terutama pada rute menuju Tarakan dan Pulau Bunyu.
Penanganan diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi perairan hingga Desember mendatang. Sementara itu, pengaturan lokasi tambat speedboat akan menyesuaikan kedalaman air di sekitar pelabuhan.
“Kalau dia agak dangkal ya, nanti dipisah ke yang mana yang enggak dangkal,” katanya.
Meski anggaran telah disiapkan, Erwin menyebut penanganan pendangkalan masih menjadi pekerjaan yang perlu diperhatikan secara berkelanjutan. Pasalnya, belum dapat dipastikan berapa lama hasil pengerukan dapat bertahan sebelum pendangkalan kembali terjadi.
Karena itu, kebutuhan anggaran lanjutan pada tahun berikutnya akan dipertimbangkan berdasarkan kondisi perairan dan hasil penanganan yang dilakukan. Evaluasi tersebut diperlukan untuk menentukan langkah selanjutnya agar pendangkalan tidak terus mengganggu pengaturan aktivitas di pelabuhan.
Diketahui, Pelabuhan Kayan II telah beroperasi sekitar 20 tahunan. Saat ini, pelabuhan tersebut didukung 24 unit speedboat yang melayani perjalanan menuju Tarakan dan Pulau Bunyu. (ve26/nn)












