TANJUNG SELOR, Penakaltara.Id – Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Bulungan, Martina Kilat, S.Sos, secara resmi mendaftarkan organisasi KPPI sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bulungan, pada Rabu (23/4/2025).
Kehadiran Martina Kilat bersama disambut langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bulungan, Darmawan, S.Sos, yang turut didampingi Kabid Ormas, Husni. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan dalam upaya memperkuat peran perempuan dalam panggung politik daerah.
“Kami datang untuk sowan sekaligus mendaftarkan KPPI sebagai ormas resmi di Kabupaten Bulungan. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan kelembagaan dan legalitas agar KPPI bisa lebih maksimal berperan dalam dunia politik, khususnya bagi kaum perempuan,” ujar Martina Kilat.
Dalam kesempatan tersebut, dibahas pula rencana kerja sama antara KPPI dan Kesbangpol dalam hal sosialisasi pendidikan politik kepada masyarakat, baik secara umum maupun secara khusus menyasar kaum perempuan.
Martina menekankan pentingnya mengubah paradigma lama yang memandang sebelah mata peran politikus perempuan.
“Kami ingin masyarakat, terutama para perempuan, paham bahwa mereka juga memiliki hak dan kemampuan untuk berperan aktif dalam dunia politik. Politik bukan hanya ruang bagi laki-laki, tetapi juga perempuan yang ingin memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kaban Kesbangpol Bulungan, Darmawan, S.Sos, menyambut positif langkah yang dilakukan KPPI. Ia menyatakan bahwa pemerintah melalui Kesbangpol siap memfasilitasi dan bersinergi dengan ormas-ormas yang memiliki tujuan mendorong partisipasi politik yang sehat dan inklusif.
“Kami menyambut baik inisiatif KPPI. Semoga kehadirannya sebagai ormas resmi di Bulungan dapat memberikan warna baru dalam dinamika politik lokal dan meningkatkan kualitas partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah,” ungkap Darmawan.
Dengan terdaftarnya KPPI sebagai ormas di Kabupaten Bulungan, diharapkan kiprah dan kontribusi organisasi ini dalam mendorong partisipasi perempuan di kancah politik, pengambilan kebijakan, serta pembangunan sosial dapat semakin nyata dan berdampak luas.
Martina Kilat pun menyampaikan harapannya agar KPPI bisa menjadi jembatan bagi perempuan-perempuan Bulungan untuk berani bersuara dan berkiprah dalam politik tanpa rasa takut ataupun minder.
“Kami percaya, perempuan yang sadar politik akan menjadi motor penggerak kemajuan, baik di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Saatnya perempuan bukan hanya penonton, tapi menjadi pemain utama dalam perubahan,” pungkasnya. (dni/dni)





