TANJUNG SELOR – Jika Anda melintasi kawasan perkotaan di Kabupaten Bulungan, khususnya di pusat ibu kota Tanjung Selor belakangan ini, ada satu pemandangan kontras yang sangat mencolok, kehadiran kedai kopi modern yang estetis hampir di setiap sudut jalan.
Bukan sekadar tempat minum kopi, deretan kedai ini telah bertransformasi menjadi ruang kultural baru bagi Generasi Z (Gen Z) di Bulungan. Fenomena maraknya penjualan dan konsumsi kopi di kalangan anak muda ini tidak hanya mengubah lanskap gaya hidup, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal secara signifikan.
Bagi Gen Z di Bulungan, kopi bukan lagi komoditas konsumsi orang tua untuk mengusir kantuk, melainkan sebuah identitas gaya hidup. Berdasarkan pantauan di beberapa titik populer seperti kawasan Tepian Sungai Kayan dan area Jalan Sengkawit, kedai kopi selalu dipadati anak muda, terutama pada sore hingga malam hari.
Di Tepian Sungai Kayan sendiri, deretan gerbong UMKM dengan dominasi warna kuning hitam kini ikut meramaikan tren ini. Beberapa gerbong khusus menjual kopi dan roti bakar, menjadi spot nongkrong baru yang memanfaatkan pemandangan sungai. Suasana sore hari di lokasi ini ramai oleh anak muda yang duduk santai di area rumput sambil menikmati kopi dari gerbong tersebut.
Geliat bisnis kopi ini mendapat respons positif dari pengamat ekonomi daerah. Menjamurnya kedai kopi dinilai membuka lapangan kerja baru bagi anak-anak muda lokal, baik sebagai barista, pramusaji, maupun kreator konten digital yang mengelola pemasaran kafe tersebut.
“Gen Z itu pasar yang sangat dinamis. Ketika mereka berkumpul di coffee shop, ekosistem lain juga ikut hidup. Mulai dari suplai bahan baku lokal, jasa desain interior kafe, hingga industri fashion karena mereka ingin tampil modis saat nongkrong. Ini adalah motor penggerak ekonomi kreatif baru di Bulungan,” ujar, Roni, salah satu pelaku UMKM saat ditemui.
Ketua UMKM Tepian Sungai Kayan, Rusdiansyah, mengatakan, kehadiran gerbong kopi di kawasan yang ia kelola juga membantu meningkatkan pendapatan pedagang yang terdata. Saat ini ada sekitar 272-283 pedagang yang aktif berjualan di sepanjang Tepian Sungai Kayan, sebagian besar mulai menyesuaikan menu dengan selera anak muda.
Semakin banyaknya ruang publik yang dimanfaatkan untuk usaha kreatif, tren “nongki sambil ngopi” diprediksi akan terus menjadi penggerak ekonomi baru bagi Gen Z di Bulungan. (ve26/nn)





