TANJUNG SELOR – Semangat kreativitas generasi muda kembali membara di Kabupaten Bulungan. Setelah sukses pada penyelenggaraan sebelumnya, Bulungan Menarix Vol. 2 kembali digelar dengan kemasan yang lebih meriah, kreatif, dan penuh semangat kolaborasi. Bertempat di Red House Cafe, Tanjung Selor, Sabtu (25/7/2026), ajang ini menjadi magnet berkumpulnya para pecinta seni, musik, budaya pop, hingga komunitas dari berbagai daerah.

Sejak pukul 13.00 WITA, lokasi acara mulai dipadati peserta dan pengunjung. Suasana semakin memanas ketika kompetisi resmi dimulai pada pukul 15.00 WITA, menghadirkan persaingan yang kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Riuh tepuk tangan dan sorakan penonton mewarnai setiap penampilan peserta yang tampil penuh percaya diri di atas panggung.
Tak hanya menjadi ajang adu kemampuan, Bulungan Menarix Vol. 2 juga menyuguhkan hiburan musik dari sejumlah band lokal berbakat yang berhasil membangun atmosfer festival semakin hidup hingga malam hari.
Salah satu panitia penyelenggara sekaligus peserta asal Bulungan, Riza (29), menjelaskan bahwa Bulungan Menarix Vol. 2 lahir sebagai ruang ekspresi bagi anak-anak muda yang memiliki minat di bidang seni, hiburan, dan budaya populer, termasuk nuansa budaya Jepang yang kini semakin diminati kalangan generasi muda.
“Kami menghadirkan band-band pilihan untuk menghibur para pengunjung sekaligus mencairkan suasana di sela-sela jalannya kompetisi. Menjelang malam puncak juga ada penampilan spesial yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan Bulungan Menarix Vol. 2 tidak akan terwujud tanpa dukungan berbagai pihak. Mulai dari Owner Red House Cafe, Hj. Ainun Farida, hingga jajaran Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bulungan yang ikut memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa sinergi antara pelaku usaha, komunitas, dan organisasi mampu melahirkan ruang positif bagi pengembangan potensi generasi muda di Kalimantan Utara.
Menariknya, Bulungan Menarix Vol. 2 tidak hanya diikuti komunitas lokal. Peserta juga datang dari luar daerah, seperti Kota Tarakan dan Kabupaten Berau, sehingga menjadikan ajang ini sebagai wadah silaturahmi sekaligus mempererat jejaring komunitas kreatif lintas wilayah.
Puncak kemeriahan berlangsung pada malam hari sekitar pukul 20.00 WITA dengan kehadiran Bupati Bulungan, Syarwani. Kehadirannya disambut antusias oleh para peserta dan pengunjung yang memenuhi area kegiatan.
Dalam sambutannya, Syarwani memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan komunitas yang telah berhasil menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda.

Menurutnya, Bulungan Menarix bukan hanya sebuah kompetisi hiburan, melainkan ruang yang mampu mempertemukan anak-anak muda dari berbagai daerah untuk saling mengenal, berkolaborasi, dan membangun persaudaraan.
“Saya sangat mengapresiasi antusiasme panitia dan seluruh peserta yang datang dari Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, hingga Kabupaten Berau. Kegiatan ini bukan sekadar pertandingan, tetapi menjadi wadah silaturahmi, memperkuat sinergi antargenerasi muda di Bulungan maupun Kalimantan Utara,” ujar Syarwani.
Ia menilai tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa generasi muda Kaltara memiliki kreativitas luar biasa yang perlu terus diberikan ruang untuk berkembang.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bulungan mendukung agar Bulungan Menarix tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata, melainkan berkembang menjadi agenda kreatif berkelanjutan yang mampu mengangkat potensi daerah sekaligus menjadi destinasi hiburan masyarakat.
Syarwani juga mendorong agar ke depan penyelenggaraan Bulungan Menarix dapat diperluas melalui kolaborasi bersama KORMI, komunitas seni budaya, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya. Menurutnya, kegiatan serupa layak digelar di ruang-ruang publik yang lebih terbuka sehingga dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas.

“Harapan saya kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Teruslah berkembang, berkolaborasi dengan KORMI, dipadukan dengan kegiatan seni budaya, dan diselenggarakan di lokasi yang lebih terbuka agar semakin banyak masyarakat yang ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Bulungan Menarix Vol. 2 pun menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda mampu menghadirkan energi positif bagi daerah. Di tengah derasnya perkembangan budaya digital, kegiatan ini menjadi ruang produktif untuk menyalurkan bakat, memperkuat solidaritas antarkomunitas, sekaligus membangun ekosistem industri kreatif yang semakin hidup di Kabupaten Bulungan dan Kalimantan Utara. (Wd26/dd)






