TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulungan Suparmin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah.
Ia mengungkapkan, Disdikbud Bulungan terus bekerja menjaga kebudayaan, baik yang bersifat benda maupun yang bukan benda upaya itu di lakukan melalui pendidikan formal maupun informal.
”Kami tetap dorong, bahkan untuk edukasi peserta didik. Kita ada jugak mulok bahasa daerah kemudian selalu mengikuti festival tunas bahasa ibu sampai tingkat nasional. Seperti berbahasa Bulungan,” ujarnya ditemui usai dialog kebudayaan bertema urgensi kampus/fakulitas budaya di Kaltara, Rabu (24/6/2026).
Diketahui Disdikbud Bulungan, sejauh ini rutin menggelar pekan kebudayaan daerah. Beberapa bulan lalu, pihaknya menyelenggarakan lomba dan kegiatan serupa untuk mendorong masyarakat melestarikan budaya lokal.
“Allhamdulilah kita dorong terus agar bisa dipertahankan dan dikembangkan. Semua komunitas bisa mengikuti kegiatan ini,” katanya.
Menanggapi wacana pembukaan prodi atau fakulitas budaya di Kaltara, Suparmin menilai gagasan tersebut bagus. Namun ia menekankan keberhasilan program itu tergantung kesiapan dan tanggung jawab bersama.
“Tanggung jawab bukan hanya pada perguruan tinggi. Pendidikan menengah dasar, komunitas, dan masyarakat. Jugak punya tanggung jawab. Kolaborasi itu harus lebih ditekankan tidak bisa berjalan sendiri sendiri,” Jelasnya.
Suparmin menyebut, Disdikbud Bulungan sudah menggandeng berbagai pihak untuk menyukseskan pelestarian kearifan lokal. Ia berharap kolaborasi itu terus diperkuat agar budaya daerah tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (ve26/nn)






