Rata-Rata Kelahiran Anak di Bulungan 2,33 pada 2025

redaksi

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bulungan, Andriana, menegaskan, upaya pengendalian melalui program KB. (FOTO:Yohanes/PENA KALTARA)

TANJUNG SELOR – Angka Total Fertility Rate (TFR) atau rata-rata jumlah anak di Kabupaten Bulungan pada 2025 tercatat 2,33, naik 0,11 poin dibandingkan 2024 yang berada di angka 2,22.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bulungan, Andriana, mengatakan kenaikan tersebut terjadi setelah TFR Bulungan mengalami penurunan selama empat tahun berturut-turut.TFR Bulungan tercatat 2,58 pada 2021, kemudian turun menjadi 2,36 pada 2022, 2,25 pada 2023, dan 2,22 pada 2024.

“Meskipun naik di 2025, angka 2,33 ini masih di atas angka ideal nasional yaitu 2,1,” ujarnya, Selasa (11/8).

Andriana menilai, kondisi tersebut masih dapat dikendalikan. Angka TFR Bulungan masih berada di kisaran dua menunjukkan pengendalian penduduk masih berjalan.

Baca juga  Kapasitas BTS Overload, Pemkab Bulungan Tuntut Komitmen Telkomsel Tingkatkan Kualitas Sinyal

“Di Bulungan dari angka yang kami lihat itu, masih di angka dua, jadi masih dalam kondisi yang bisa dikendalikan,” katanya.

Ia menjelaskan, program Keluarga Berencana (KB) saat ini tidak lagi semata-mata diarahkan untuk membatasi jumlah anak. Pemerintah lebih menekankan pada perencanaan keluarga, kesehatan ibu, pengaturan jarak kelahiran, serta kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pengasuhan dan pendidikan anak.

Konsep yang terus disosialisasikan kepada masyarakat adalah 4T, yakni tidak terlalu muda, tidak terlalu tua, tidak terlalu dekat jarak kelahirannya, dan tidak terlalu banyak.

Baca juga  Ketua KNPI Bulungan Harus Berangkat dari Dunia Aktivis dan Organisasi Perkaderan

“Sekarang tidak membatasi jumlahnya, tetapi lebih kepada kemampuan untuk tetap menjaga kesehatan dan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.

Sejauh ini, DP3AP2KB Bulungan rutin melakukan sosialisasi kependudukan dan KB bersama penyuluh keluarga berencana (PKB) hingga tingkat desa. Selain edukasi, pemerintah juga menyediakan pelayanan kontrasepsi gratis melalui fasilitas kesehatan. Pelayanan keliling turut dilakukan untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit diakses.

“Kami rutin setiap tahun turun ke kecamatan-kecamatan dengan teman-teman PKB. Selain sosialisasi, kami juga melakukan pelayanan keliling terkait kontrasepsi,” kata Andriana.

Menurutnya, luas wilayah Bulungan dan keterbatasan akses menuju sejumlah daerah masih menjadi tantangan dalam menjangkau masyarakat. Efisiensi anggaran juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan pelayanan keliling.

Baca juga  Revitalisasi Tepian Sungai Kayan, Empat Titik Kerusakan Menunggu Perbaikan

Ia menegaskan, pengendalian penduduk bukan berarti menghentikan pertumbuhan penduduk. Keberlangsungan generasi tetap dibutuhkan, namun pertumbuhan penduduk harus diimbangi dengan kemampuan daerah dalam menyediakan fasilitas publik, pendidikan, layanan kesehatan, dan lapangan pekerjaan. (ve26/nn)

Baca juga

Tags