Putaran Beyblade Menghidupkan Pop Culture, Menyatukan Komunitas dan Menggerakkan Ekonomi Kreatif

redaksi

TANJUNG SELOR – Suara benturan Beyblade yang beradu di arena, sorak penonton yang menggema, hingga deretan karakter anime yang berjalan di antara pengunjung menciptakan suasana berbeda di Red House Café, Tanjung Selor, Sabtu malam (25/7/2026). Bukan sekadar turnamen permainan gasing modern, Bulungan Menarix Vol.2 menjelma menjadi festival pop culture yang mempertemukan komunitas kreatif dari Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, hingga Kabupaten Berau.

Atmosfer kompetisi terasa begitu hidup sejak babak penyisihan dimulai. Para peserta datang membawa strategi, modifikasi Beyblade, hingga racikan komponen terbaik untuk saling mengalahkan lawan di arena pertandingan. Ketegangan setiap duel disambut tepuk tangan dan sorakan penonton yang memenuhi lokasi acara.

Ketua Komunitas Beyblade Bulungan, Bang Illa, mengatakan turnamen ini bukan hanya mencari siapa yang menjadi juara, tetapi menjadi wadah mempererat silaturahmi komunitas hobi dari berbagai daerah di Kalimantan Utara dan sekitarnya.
“Turnamen ini menjadi ajang pembuktian strategi, ketangkasan, dan kemampuan peserta dalam meracik Beyblade terbaik. Namun yang lebih penting, kami ingin membangun komunitas yang solid dan terus berkembang,” ujarnya.

Baca juga  BEYBLADER BULUNGAN MERAPAT! Turnamen Beyblade X "INAZUMA" Siap Guncang Tanjung Selor 25 Juli Ini!

Yang membuat gelaran kali ini semakin istimewa adalah hadirnya nuansa budaya populer Jepang yang begitu kental. Puluhan pecinta anime atau wibu tampil totalitas mengenakan kostum karakter favorit mereka. Bahkan sejumlah anak-anak ikut meramaikan acara dengan mengenakan kostum tokoh populer dari serial One Piece, sehingga menciptakan suasana festival yang penuh warna dan menghibur.

Tak hanya menyuguhkan kompetisi Beyblade, panitia juga menghadirkan Pop Culture Exhibition, sebuah pameran koleksi yang menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung. Beragam barang koleksi dipajang, mulai dari kartu Trading Card Game (TCG) edisi langka, aksesori cosplay, topeng karakter aksi, hingga koleksi miniatur mobil klasik dan modern berskala presisi.

Menurut Bang Illa, salah satu koleksi yang paling banyak menarik perhatian adalah kartu Pokémon langka yang memiliki nilai koleksi mencapai sekitar Rp2 juta.
“Pengunjung tidak hanya datang untuk menonton pertandingan. Banyak yang menikmati pameran koleksi karena menghadirkan nostalgia sekaligus memperlihatkan perkembangan dunia hobi yang kini memiliki nilai ekonomi cukup tinggi,” jelasnya.

Baca juga  Resmi Dibuka Hari Ini! Perebutan Kursi Ketua Kadin Bulungan 2026–2031 Dimulai, Pengusaha Lokal Siap Tentukan Arah Dunia Usaha Lima Tahun ke Depan

Pameran tersebut menjadi bukti bahwa dunia hobi kini telah berkembang menjadi bagian dari industri kreatif yang mampu menarik perhatian berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tampak menikmati setiap sudut pameran sambil berdiskusi mengenai koleksi favorit mereka.

Tak hanya menjadi ruang hiburan, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal. Kehadiran ratusan peserta dan pengunjung membuat aktivitas di Red House Café semakin ramai, sekaligus menggerakkan roda ekonomi di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Kolaborasi komunitas dari Bulungan, Tarakan, dan Berau dinilai menjadi modal penting untuk menghadirkan event serupa dengan skala yang lebih besar di masa mendatang. Selain memperkuat jejaring antar-komunitas, kegiatan seperti ini juga membuka ruang ekspresi bagi generasi muda agar mampu menyalurkan kreativitas melalui hobi yang positif.

Baca juga  Penyuluhan Pra Koperasi di Sekatak Bengara oleh GOW Kab. Bulungan Disambut Antusias Kelompok Tani Nelayan

Panitia berharap turnamen Beyblade dan festival pop culture tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi dapat berkembang menjadi ikon kegiatan kreatif di Kalimantan Utara yang mampu menarik lebih banyak peserta, komunitas, hingga wisatawan dari berbagai daerah.

Melalui perpaduan kompetisi, seni, budaya populer, serta pameran koleksi bernilai tinggi, Bulungan kembali menunjukkan bahwa ruang berkumpul anak muda bukan hanya menjadi tempat berkompetisi, tetapi juga menjadi wadah lahirnya kreativitas, persahabatan, dan tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang semakin menjanjikan. (Wd26/dd)

Baca juga

Tags