TANJUNG SELOR – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bulungan terus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat melalui berbagai program bantuan sosial (bansos) sepanjang tahun 2026. Dari sejumlah program yang dijalankan, bantuan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan menjadi program dengan jumlah penerima terbanyak, yakni mencapai 4.000 orang.
Kepala Dinsos Kabupaten Bulungan, Mahmuddin, menjelaskan seluruh penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil asesmen agar tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang memenuhi kriteria.
“Sejauh ini tidak ada penolakan bansos karena sebelumnya dilakukan asesmen terlebih dahulu untuk memastikan kebutuhan serta kelayakan penerima bantuan,” ujar Mahmuddin saat diwawancarai, Jumat (3/7).
Ia mengungkapkan, terdapat enam program bantuan sosial yang menjadi prioritas Dinsos Bulungan sepanjang tahun ini. Program tersebut meliputi bantuan permakanan bagi anak terlantar, lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas terlantar dengan rata-rata sekitar 100 penerima setiap tahun, bantuan logistik bagi korban bencana, bantuan usaha ekonomi produktif, bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, fasilitasi program bantuan sosial pemerintah pusat seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta bantuan jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Menurut Mahmuddin, untuk wilayah pedalaman, bantuan yang paling banyak disalurkan adalah fasilitasi PKH, BPNT, serta bantuan permakanan bagi para lansia.
“Di daerah pedalaman, program yang paling sering disalurkan adalah fasilitasi PKH, BPNT, serta bantuan permakanan bagi lansia,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila terdapat masyarakat yang menolak menerima bantuan, Dinsos telah memiliki mekanisme penggantian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Jika ada yang menolak, akan dilakukan mekanisme penggantian kepada penerima lain sesuai aturan. Sementara bagi yang menolak akan diberikan penghargaan atas kemandiriannya,” katanya.
Di balik upaya memastikan bantuan tepat sasaran, Dinsos Bulungan masih dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama dalam mendistribusikan bantuan ke wilayah pedalaman dan daerah terpencil.
Mahmuddin menyebutkan, kondisi geografis Kabupaten Bulungan menjadi kendala utama. Akses jalan yang terbatas, tingginya biaya transportasi, hingga belum meratanya layanan perbankan untuk penyaluran bantuan non-tunai menjadi hambatan yang kerap dihadapi petugas di lapangan.
“Wilayah pedalaman memiliki akses yang sulit dengan biaya transportasi yang cukup tinggi. Selain itu, penyaluran bantuan secara non-tunai juga masih terkendala karena belum semua daerah memiliki layanan perbankan yang memadai,” ungkapnya.
Ia juga mengenang sejumlah pengalaman ekstrem yang pernah dialami petugas saat menyalurkan bantuan sosial.Salah satunya saat mengirim bantuan logistik bagi korban banjir di Kecamatan Peso Hilir menggunakan speedboat ketika debit Sungai Kayan sedang tinggi.
“Kami pernah mengantar bantuan ke Peso Hilir saat kondisi air Sungai Kayan sedang sangat besar. Tentu situasinya cukup menantang dan membutuhkan kehati-hatian,” kenangnya.
Pengalaman lainnya terjadi saat distribusi bantuan ke Pulau Bunyu. Rombongan petugas nyaris mengalami kecelakaan setelah speedboat yang digunakan hampir menabrak gusung atau gundukan pasir di perairan.
“Pernah hampir menabrak gusung hingga speedboat nyaris terbalik. Bahkan dalam beberapa kegiatan, petugas harus menginap di rumah warga karena distribusi bantuan dilakukan sekaligus dengan pendampingan dan penguatan program bantuan sosial,” tuturnya.
Mahmuddin menambahkan, saat musim hujan dengan debit Sungai Kayan yang meningkat, sejumlah desa di Kabupaten Bulungan berpotensi terisolasi sehingga penyaluran bantuan membutuhkan perhatian dan strategi khusus.Beberapa wilayah yang dinilai rawan terisolasi antara lain Desa Long Beluah, Desa Tanjung Agung, Desa Wonomulyo, Desa Sajau, dan Desa Sekatak Buji.
Meski menghadapi berbagai tantangan geografis, Dinsos Bulungan memastikan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan sosial secara optimal agar bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil dan sulit dijangkau. (ve26/dd)






