TANJUNG SELOR – Perkembangan pesat bisnis berbasis digital dan perdagangan daring (online) menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kalimantan Utara (Kaltara). Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara menilai perubahan pola usaha dalam satu dekade terakhir perlu dipetakan secara akurat melalui pendataan yang menyeluruh.
Kepala BPS Kalimantan Utara, Mustaqim, mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan pelaksanaan sensus sebelumnya 2016. Selain usaha konvensional, berbagai bentuk usaha berbasis digital yang kini tumbuh pesat juga harus masuk dalam pendataan.
“Seluruh sektor usaha akan kita lakukan pendataan, baik yang ada di kota maupun di pelosok. Usaha skala besar, menengah, maupun mikro semuanya harus terdata,” ujarnya usai pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Tanjung Selor, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, data yang lengkap diperlukan untuk memberikan gambaran nyata mengenai perkembangan struktur ekonomi daerah, termasuk pertumbuhan bisnis online yang semakin banyak dijalankan masyarakat. Mendukung pelaksanaan sensus tersebut, BPS Kalimantan Utara menyiapkan 661 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan di seluruh kabupaten dan kota. Mereka akan menjangkau berbagai jenis usaha, mulai dari UMKM, toko daring, hingga perusahaan berskala besar yang beroperasi di Kalimantan Utara.
Mustaqim menjelaskan, para petugas direkrut dengan mempertimbangkan kedekatan wilayah tempat tinggal agar lebih memahami kondisi lapangan dan memudahkan proses pendataan.
“Petugas kami tempatkan sedekat mungkin dengan wilayah tempat tinggalnya sehingga mereka mengetahui kondisi lapangan, termasuk usaha-usaha yang ada di daerah tersebut. Total ada 661 petugas yang akan bekerja di seluruh Kalimantan Utara,” jelasnya.
Ia menegaskan tidak boleh ada unit usaha yang terlewat dalam sensus, baik yang berada di kawasan perkotaan maupun di wilayah terpencil.Sementara itu, Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang dibutuhkan petugas di lapangan.
“Hari ini kita mencanangkan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan ini akan berlangsung sekitar dua setengah bulan dan kami berharap seluruh masyarakat Kalimantan Utara dapat berpartisipasi aktif memberikan data kepada petugas di lapangan,” katanya.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, pdiharapkan dapat memperoleh data yang lebih komprehensif mengenai kondisi usaha dan sektor ekonomi di Kaltara. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, termasuk penguatan UMKM dan sektor usaha digital yang terus berkembang di daerah. (wd26/nn)






