Atap Pasar Inai Roboh Diterjang Angin Kencang, Sembilan Pedagang Terdampak

redaksi

Proses pembersihan puing atap seng dan rangka kayu di Pasar Inai di kawasan pasar induk tanjung Selor pasca ambruk. (FOTO:Yohanes/PENA KALTARA)

‎TANJUNG SELOR – Atap bangunan pasar Inai di kawasan pasar induk Tanjung Selor roboh setelah diterjang angin kencang disertai hujan deras yang melanda Tanjung Selor, Selasa (7/7/2026) dini hari, sedikitnya sembilan pedagang terdampak dan belum dapat kembali berjualan.

‎Kepala UPTD pasar induk Tanjung Selor, Gazali mengatakan, angin ribut terjadi sekitar pukul 00.00 hingga 01.00 WITA, petugas kemudian menerima laporan sekitar pukul 02.30 WITA bahwa atap pasar Inai telah ambruk hingga menutupi badan jalan.

‎”Angin ribut terjadi sekitar tengah malam Sampai pukul satu dini hari, laporan yang kami terima sekitar pukul setengah tiga, dan saat itu atap pasar Inai sudah roboh hingga ke aspal,” ujarnya.

‎Gazali memastikan tidak ada laporan korban jiwa, menurutnya kejadian tersebut murni dipicu cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras.

‎”Kejadian ini betul-betul karena bencana alam, angin yang sangat deras mengakibatkan atap pasar roboh langsung ke jalan,” katanya.

Baca juga  KPPI Bulungan Daftarkan Diri sebagai Ormas di Kesbangpol, Dorong Peran Politik Perempuan

‎Saat ini, pihak UPTD bersama dinas terkait fokus membersihkan material bangunan yang roboh agar akses di dalam kawasan pasar kembali normal. selanjutnya, pemerintah akan melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan daerah untuk menentukan langkah perbaikan atau pembangunan kembali.

‎”Kami berharap proses penanganan bisa segera dilakukan agar para pedagang dapat kembali berjualan seperti biasa,” ucapnya.

‎Sembilan pedagang kehilangan tempat berjualan untuk sementara. Meski sebagian besar barang dagangan berhasil diselamatkan, beberapa pedagang tetap mengalami kerugian akibat rusaknya komoditas dagangan dan peralatan usaha.

‎Salah satu pedagang terdampak, Siti, mengungkapkan mengalami kerugian lebih dari Rp2 juta. Sejumlah barang dagangan seperti nanas dan ubi rusak tertimpa material, termasuk timbangan dan perlengkapan berjualan miliknya.

‎”Kalau punya saya pribadi mungkin kerugiannya lebih dari dua juta rupiah, timbangan juga rusak, begitu juga beberapa perlengkapan yang biasa di pakai berjualan,” tuturnya.

‎Ia ingin segera kembali berjualan, namun kondisi lokasi pasar masih dipenuhi puing bangunan membuat aktifitas jual beli belum dapat dilakukan.

‎”Pengennya jualan lagi, tapi sekarang belum bisa. Jalan juga masih ditutup, jadi pembeli tidak ada,” katanya.

‎Siti berharap pemerintah segera memperbaiki bangunan pasar agar para pedagang dapat kembali mencari nafkah seperti biasa. (ve26/nn)

Baca juga  Polisi Sempat Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran Kantor Bupati Bulungan

Baca juga

Tags