Bertahan di Tanah Rantau, Maria Jalani Hari sebagai Penjual Bensin Eceran

redaksi

Maria Bengal saat di temui Senin (29/6/2026). (FOTO:Yohanes/PENA KALTARA)

TANJUNG SELOR – Di bawah payung warna-warni yang menaunginya dari terik matahari dan hujan, Maria Bengal (69) setia menunggu pembeli di tepi Jalan Agathis, Tanjung Selor. Di sampingnya berdiri rak kayu sederhana berisi botol-botol bensin eceran, sumber penghidupan yang kini menjadi tumpuan hari-harinya di tanah rantau.

Usia yang tak lagi muda tidak membuat semangatnya surut. Setiap hari, perempuan asal Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, itu tetap membuka lapak kecilnya. Dari keuntungan yang tak seberapa, ia berharap dapat memenuhi kebutuhan hidup bersama sang suami.

“Ya mau cari untung sedikit-sedikit, untuk kebutuhan sehari-hari juga,” ujarnya saat ditemui, Senin (29/6/2026).

Baca juga  Wooo!!! Pengunjung Benuanta Fest 2K24 Diprediksi Capai 80 Ribu Orang Tiap Malam

Maria mengatakan, telah menetap di Tanjung Selor selama tiga tahun bersama suaminya yang kini berusia 59 tahun. Keputusan merantau di usia senja menjadi pilihan untuk tetap bisa bertahan hidup, meski seluruh anak mereka telah berkeluarga dan tinggal di kampung halaman.

“Sudah tiga tahun tinggal di sini sama suami. Anak-anak di kampung sudah berumah tangga semua,” katanya.

Empat anaknya, satu laki-laki dan tiga perempuan kini menjalani kehidupan masing-masing di Flores Timur. Sementara itu, Maria dan suaminya menghabiskan hari-hari berdua di Tanjung Selor.

“Anak ada empat orang, satu laki-laki, tiga perempuan. Semua tinggal di kampung sana,” tuturnya.

Berjualan bensin eceran sebenarnya bukan pekerjaan yang sudah lama ia tekuni. Baru sekitar tiga bulan terakhir Maria mencoba usaha tersebut. Bensin yang dijualnya dipasok oleh agen yang mengantarkan langsung ke tempatnya berjualan.

“Baru tiga bulan jualan. Bensin ini beli dari agen, ada yang datang antar,” jelasnya.

Bagi Maria, lapak kecil di pinggir jalan bukan sekadar tempat mencari pembeli. Di sanalah ia menjaga harapan agar hari esok tetap bisa dijalani dengan tenang. Meski usia terus bertambah dan hidup jauh dari anak-anak, ia memilih tetap bekerja daripada bergantung kepada orang lain.

Baca juga  Warga Tanjung Selor Geger, Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar Kos

Kisah Maria menjadi potret keteguhan banyak perantau yang tetap berjuang di usia senja. Kesederhanaan dan semangat yang tak pernah padam, ia membuktikan bahwa mencari nafkah bukan hanya soal usia, tetapi juga tentang tekad untuk terus bertahan menjalani kehidupan. (ve26/nn)

Baca juga

Tags