Campak Sempat Merebak, Dinkes Bulungan Kejar Penanganan dan Antisipasi

redaksi

Kepala Dinkes Bulungan Imam Sujono

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan memastikan Kejadian Luar Biasa (KLB) suspek campak yang sempat terjadi di komunitas Punan, Logpond, Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, telah tertangani. Meski demikian, upaya pengobatan dan pemantauan warga masih terus dilakukan untuk mencegah munculnya kasus baru.

Kepala Dinkes Bulungan, Imam Sujono, mengatakan laporan pertama mengenai maraknya warga yang mengalami demam dan batuk diterima pada 4 Juni 2026. Sehari kemudian, Tim Gerak Cepat (TGC) langsung diterjunkan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dan pemeriksaan kesehatan di lokasi.

“Setelah menerima laporan, keesokan harinya tim langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan kesehatan warga,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Baca juga  Hati - hati, Oknum yang Mengatasnamakan Pjs Bupati Bulungan

Tim Dinkes bersama Puskesmas Bumi Rahayu, aparat Desa Apung, dan pihak terkait melakukan skrining terhadap 25 warga setempat. Dari jumlah tersebut, 13 orang menjalani pemeriksaan dahak di Puskesmas Bumi Rahayu, sementara enam orang dirujuk ke RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo (RSDSS) Tanjung Selor, karena diduga menderita tiga kasus tuberkulosis (TB) dan tiga kasus suspek campak.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, Dinkes menetapkan telah terjadi KLB suspek campak di Logpond Desa Apung. Menindaklanjuti temuan tersebut, berbagai langkah dilakukan, mulai dari pengobatan, pelaporan berjenjang, hingga sosialisasi mengenai pencegahan TB dan campak kepada masyarakat.Pada 10 Juni 2026, Dinkes bersama lintas sektor menggelar rapat di Desa Bumi Rahayu untuk mengevaluasi dan memperkuat upaya penanggulangan.

Baca juga  Di Tepian Kayan, Tawa Anak-Anak Mengalir Bersama Arus Sungai

Selanjutnya, rapat koordinasi kembali dilakukan 12 Juni 2026 di Kantor Desa Apung melibatkan berbagai pihak. Melalui pendekatan persuasif kepada warga, hingga 15 Juni 2026 sebanyak 14 orang akhirnya bersedia dirujuk ke RSDSS Tanjung Selor untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, setelah sebelumnya sebagian besar menolak dirujuk.

“Dari 14 orang yang dirujuk, 11 orang sudah dipulangkan, dua orang masih menjalani perawatan, dan satu orang meninggal dunia,” katanya.

Baca juga  Di Bawah Terpal Oranye, Pasar Sore Tanjung Selor Hidup dengan Hasil Kebun Petani Hulu

Ia menambahkan, kasus campak saat ini telah dinyatakan selesai ditangani. Namun, pasien yang terdiagnosis typhi dan TB masih menjalani pengobatan sesuai prosedur, dengan masa terapi yang dapat berlangsung selama enam hingga sembilan bulan disertai pemantauan rutin.

Hingga kini, Dinkes Bulungan masih melakukan pendekatan kepada warga Punan yang belum menjalani pemeriksaan kesehatan. Sebab, saat tim kembali turun ke lapangan, sebagian warga tidak berada di permukiman dan masih berada di lokasi-lokasi tempat mereka beraktivitas. (wd26/nn)

Baca juga

Tags