TANJUNG SELOR – Pelabuhan Kayan II di Kabupaten Bulungan telah melayani mobilitas penumpang selama sekitar dua dekade. Namun, di tengah perannya sebagai salah satu jalur transportasi air menuju Tarakan dan Pulau Bunyu, kondisi perairan yang mengalami pendangkalan kini menjadi perhatian.
Pelabuhan Kayan II dibangun 2002 dan beroperasi sekitar akhir 2005 hingga 2006. Setidaknya ada 24 unit speedboat yang melayani rute menuju Tarakan dan Pulau Bunyu.
Kepala Bidang Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Bulungan, Erwin Hernanda, menjelaskan, Pelabuhan Kayan II memiliki fungsi pelayanan berbeda dengan Pelabuhan Kayan III. Kayan II melayani perjalanan ke luar daerah, sedangkan Kayan III melayani rute menuju wilayah hulu.
“Kalau yang di Kayan II itu penumpangnya kan spesialisasi jurusan luar, ke Bunyu sama Tarakan. Kalau Kayan III, dia ke arah hulu,” kata Erwin, Senin (19/10/2026).
Seiring aktivitas transportasi yang terus berjalan, kondisi perairan di sekitar pelabuhan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pendangkalan di kawasan Sungai Kayan berpotensi memengaruhi pengaturan lokasi tambat dan keberangkatan speedboat.
Ia tak menampik, pendangkalan di Pelabuhan Kayan II menjadi perhatian. Penanganan diperlukan agar aktivitas transportasi air tetap dapat berlangsung dengan menyesuaikan kedalaman perairan. Penanganan pendangkalan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, hasil pengerukan belum tentu bertahan lama dan kondisi perairan dapat kembali mengalami pendangkalan.
“Karena sebenarnya Pelabuhan Kayan II itu lumayan tuh dangkalnya,” bebernya.
Mengantisipasi kondisi tersebut, pengaturan lokasi tambat speedboat akan disesuaikan dengan kedalaman air. Area yang lebih dangkal perlu dibedakan dari bagian perairan yang masih memungkinkan digunakan untuk tambat.
“Kalau dia agak dangkal ya, nanti dipisah ke yang mana yang enggak dangkal,” katanya.
Pemerintah daerah pun telah menyiapkan anggaran melalui APBD 2026 untuk mendukung penanganan awal. Kebutuhan penanganan lanjutan pada tahun berikutnya akan kembali dipertimbangkan berdasarkan kondisi di lapangan. (ve26/nn)












