TANJUNG SELOR – Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Bulungan periode 2026-2030, Doni Irawan yang akrab disapa Acing, menyiapkan sejumlah program sosial kemasyarakatan sebagai prioritas kepengurusan ke depan.
Program tersebut mencakup bidang sosial, pendidikan, kesehatan hingga penguatan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan.

Acing mengatakan, program kerja PSMTI Bulungan akan diselaraskan dengan visi dan misi PSMTI pusat hingga ke tingkat daerah. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat peran organisasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Program yang paling utama adalah sosial kemasyarakatan, kemudian di bidang pendidikan dan kesehatan. Yang paling penting, kita terus berkolaborasi dengan program-program Pemerintah Kabupaten Bulungan,” kata Acing, Sabtu, (07/11/26).
Dia menjelaskan, kegiatan sosial nantinya menyasar masyarakat yang mengalami musibah, seperti kebakaran maupun bencana alam. PSMTI juga akan melakukan kunjungan kepada warga yang sedang sakit, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan.
Menurutnya, kehadiran organisasi sosial tidak hanya sebatas menjalankan kegiatan internal, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain program sosial, PSMTI Bulungan juga mulai memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui penandatanganan kerja sama dengan Fakih Hasan Center.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk membantu warga yang menjalankan usaha di bidang barang dan jasa agar dapat memperoleh fasilitas serta kesempatan yang lebih baik dalam mendukung kebutuhan masyarakat penyandang disabilitas.
Acing berharap seluruh anggota PSMTI, khususnya kepengurusan yang baru, dapat menjaga kekompakan dan soliditas organisasi.
“Kami berharap semua anggota PSMTI tetap solid, terus bekerja sama dan kompak untuk membangun PSMTI ke depan, termasuk menjalankan setiap program kerja yang sudah kita susun,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bulungan Syarwani menekankan pentingnya menjaga persaudaraan antarpaguyuban serta merawat nilai-nilai kebhinekaan di tengah kehidupan masyarakat.
Menurut Syarwani, keberadaan masyarakat Tionghoa di Bulungan memiliki sejarah panjang.
Sejak masa Kesultanan Bulungan, masyarakat Tionghoa telah hadir dan hidup berdampingan dengan masyarakat setempat.
Sejarah tersebut menjadi bagian dari perjalanan kehidupan sosial dan keberagaman masyarakat Bulungan hingga saat ini.
Dia berharap semangat persaudaraan dan kebersamaan yang telah terbangun sejak dahulu terus dipertahankan. Keberadaan PSMTI diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi warga Tionghoa, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat kerukunan serta pembangunan daerah.
Melalui kepengurusan periode 2026-2030, PSMTI Bulungan diharapkan semakin aktif mengambil peran dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun berbagai elemen masyarakat. (***)








