Melalui Program “SEKAR”, Cara Disdikbud Bulungan Lakukan Optimalisasi Pendidikan Inklusif

redaksi

ABADIKAN MOMEN : Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H Jamaluddin Saleh bersama Kepala Disdikbud Bulungan, Suparmin foto bersama Peserta Rapat koordinasi (Rakor) dan sosialisasi optimalisasi Pendidikan Inklusif di Kabupaten Bulungan. (Foto : ist) 

TANJUNG SELOR – Optimalisasi pelaksanaan pendidikan inklusif di wilayah Kabupaten Bulungan. Hingga kini, terus dilakukan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulungan. Salah satunya melalui program “SEKAR” atau sinergitas komunitas belajar.

Rapat koordinasi (Rakor) dan sosialisasi program itu pun seirama terus digalakkan OPD tersebut. Dengan harapan program pendidikan inklusif di Kabupaten Bulungan ke depannya dapat berjalan jauh lebih maksimal. Hal ini, seperti yang digelar OPD itu di  Aula Pertemuan Disdikbud Bulungan, Senin pagi (21/8/2023).

Kepala Disdikbud Bulungan, Suparmin yang secara resmi membuka Rakor dan Sosialisasi sekaligus memberikan paparan dalam hal ini mengatakan, pertama pada prinsipnya program pendidikan inklusif di wilayah ini sudah dilaksanakan atau berjalan. Hanya, memang ke depannya perlu dimaksimalkan kembali. Pendidikan inklusif ini sendiri merupakan salah satu amanat dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang pendidikan inklusif yang diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. 

Baca juga  Masuki usia ke 5 tahun, Polda Kaltara Gelar Syukuran Secara Sederhana

Program pendidikan inklusif ini bertujuan untuk meningkatkan akses, mutu pelayanan pendidikan yang ideal bagi anak – anak berkebutuhan khusus dan memberikan jaminan untuk memperoleh hak pendidikan yang sama seperti anak – anak lainnya. “Bahkan diperkuat dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bulungan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kebutuhan Layak Anak,” sebut Kadisdikbud Bulungan.

Pejabat yang pernah menakhodai Kepala SMA Negeri I Tanjung Palas Utara ini juga mengatakan, pendidikan inklusif ini tak ditampik menjadi program wajib. Sehingga pihaknya berupaya untuk terus berinovasi agar program itu benar – benar berjalan maksimal. Meski, sejauh ini di lapangan masih cukup banyak permasalahan yang dihadapi. 

Baca juga  Bentuk Karakter Anggota Polri yang Humanis, Polda Kaltara Melaksanakan Binrohtal

“Tetapi, melalui program “SEKAR” diyakini permasalahan itu lambat laun akan teratasi. Termasuk, dengan pertemuan ini sebagai upaya membangun sinergitas tersebut. OPD (organisasi perangkat daerah) di luar Disdikbud Bulungan dilibatkan guna memaksimalkan program Pendidikan Inklusif ini. Mulai dari Dinkes, Dinsos, Dinas Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementrian Agama Bulungan, UPT. Kemendikbudristek, BGP dan BPMP Kaltara serta Komunitas Psikologi Provinsi Kaltara,” bebernya.

“Sekali lagi di sini masyarakat berhak menerima pendidikan bermutu. Sehingga bagaimana kita dapat bersama mewujudkannya. Dan perlu diingat bahwa Pemerintah Daerah memiliki kewenangan di tingkat, PAUD, SD dan SMP sederajat,” sambungnya. 

Untuk diketahui, digalakkan program pendidikan inklusif ini. Tak lain, juga berdasarkan tindak lanjut arahan Bupati Bulungan, Syarwani. Yang mana, di tahun ajaran 2023/2024 diminta untuk terus menggalakkan pendidikan inklusif di sekolah – sekolah. 

Baca juga  Tuan Rumah O2SN Berubah, H. SUDARSONO (Ketua Panitia) : Kami Mohon Maaf, Perubahan Ini Dipastikan Tidak Akan Ganggu Perhelatan Tersebut

Pihak Disdikbud Bulungan pun telah melakukan profil belajar siswa (PBS). Sehingga ini memudahkan dalam mengidentifikasi setiap person anak tersebut. Atau ada catatan khusus supaya tidak salah asuh di jenjang pendidikan lebih tinggi nantinya. Acara Rakor dan sosialisasi saat itu secara resmi ditutup oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H Jamaluddin Saleh yang mewakili Bupati Bulungan. (*) 

Baca juga

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer