TANJUNG SELOR – Antrean kendaraan di SPBU Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, kini tidak hanya didominasi kendaraan roda empat. Pantauan di lapangan beberapa hari terakhir, puluhan sepeda motor juga terlihat mengular antre BBM subsidi.
Kelangkaan BBM membuat warga yang biasanya membeli bensin di pengecer, terpaksa datang langsung ke SPBU dan mengantre cukup lama.
Salah seorang pengendara, Ardi, warga Jelerai mengatakan, sudah hampir tiga hari kesulitan mendapatkan BBM subsidi sejak penjualan di pengecer dibatasi.
”Sudah hampir tiga hari saya kesulitan mendapatkan BBM. Di pengecer sekarang sudah sangat langka sejak subsidi dibatasi,” ujarnya saat ditemui di SPBU Sengkawit, Rabu (5/8).
Menurutnya, kondisi tersebut mengganggu aktivitasnya karena setiap hari harus menempuh perjalanan dari Jelerai ke Tanjung Selor untuk bekerja.
”Kalau di Jelerai susah dapat BBM, akhirnya harus ke SPBU di Tanjung Selor. Di sini juga harus antre. Kalau stok habis, terpaksa menunggu sampai besok,” katanya.
Ia mengungkapkan, waktu antre biasanya berkisar antara 30 menit hingga satu jam. Bahkan, ia pernah tidak kebagian BBM meski sudah lama menunggu.
”Pernah sudah lama antre, tapi BBM-nya habis. Akhirnya saya terpaksa mencari bensin eceran,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah bersama Pertamina segera mengatasi kelangkaan BBM subsidi agar masyarakat, khususnya yang bekerja jauh dari tempat tinggalnya, tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan bakar.
”Harapan saya masalah ini segera ditangani. Kasihan masyarakat yang harus bekerja jauh dan masih harus mengantre BBM,” tutupnya. (ve26/nn)
Motor Ikut Mengular di SPBU Sengkawit, Warga Keluhkan Sulitnya BBM Subsidi









