10 Titik Panas Terdeteksi di Bulungan, Warga Diminta Waspada Karhutla

redaksi

Proses pemadam oelah personil BPBD pada kejadian karhutla. (FOTO:Ist)

TANJUNG SELOR – Sebanyak 10 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), berdasarkan hasil pemantauan NASA-NOAA20, Rabu (12/8/2026). Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah cuaca panas dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

‎‎Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan, Supranoto, mengatakan, titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Bulungan.

‎‎“Dari hasil pemantauan NASA-NOAA20 tanggal 12 Agustus, ada 10 titik hotspot yang terdeteksi di Bulungan dengan tingkat kepercayaan medium,” kata Supranoto, Kamis (14/8/2026)‎‎.

Adapun titik panas terdeteksi di Desa Naha Aya, Kecamatan Peso Hilir, Desa Pungit dan Desa Pentian di Kecamatan Sekatak, Desa Sekatak Buji, Desa Kelubir, Kecamatan Tanjung Palas Utara, dua titik di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, serta Desa Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor.‎‎

Baca juga  Warga Geger, Ular Kobra Masuk Rumah Saat Banjir di Bulungan: “Tolong Waspada, Jangan Biarkan Pintu Terbuka!”

Supranoto menjelaskan, salah satu titik panas bahkan terdeteksi selama dua hari, yakni di Desa Pentian, Kecamatan Sekatak. Sementara sembilan titik lainnya terdeteksi selama satu hari.‎‎

Selain titik panas yang terpantau satelit, sejumlah wilayah juga masuk dalam kategori rawan karhutla. Di Kecamatan Tanjung Selor, lokasi yang perlu diwaspadai antara lain Kelurahan Tanjung Selor Timur, Desa Bumi Rahayu Km 9, Desa Gunung Sari Km 12 dan Desa Apung.

‎‎Sementara di Kecamatan Tanjung Palas Timur, wilayah rawan meliputi Desa Tanjung Agung, Wonomulyo, Sajau Metun, Sajau Pura, Sajau Hilir, Binai, Tanah Kuning dan Mangkupadi.

‎‎Menurut Supranoto, sejumlah wilayah lainnya seperti Kecamatan Tanjung Palas, Tanjung Palas Tengah, Tanjung Palas Utara hingga Sekatak, serta Tanjung Palas Barat, Peso Hilir dan Peso juga menjadi lokasi aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.‎‎

Baca juga  Dwi Sugiarto Resmi Nahkodai DPD Tani Merdeka Bulungan, Siap Perkuat Ketahanan Pangan hingga Tingkat Desa

“Untuk pembukaan lahan dengan cara membakar tetap harus diawasi dan dikendalikan. Pengawasan dilakukan bersama pemilik lahan, aparat desa, perusahaan, maupun masyarakat,” ujarnya.

‎‎Kondisi cuaca yang panas turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Supranoto menyebut suhu udara di sejumlah wilayah Bulungan saat ini dapat mencapai sekitar 39 hingga 45 derajat Celsius.‎‎Ia mengimbau masyarakat yang hendak membuka lahan dengan cara membakar, agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparat setempat dan masyarakat sekitar.‎‎

“Laporkan kepada RT, RW, pemerintah desa, Babinsa dan masyarakat sekitar agar pembakaran dapat diawasi bersama,” katanya.‎‎

Selain itu, masyarakat diminta membuat sekat atau pemisah untuk mencegah api merambat ke lahan lain. Peralatan untuk mengantisipasi rambatan api seperti pompa gendong, gepyok, ember dan gayung juga harus disiapkan.

Baca juga  Ust. Ahmad Suyuti (Bonchu) Terpilih Pimpin DPD IPQAH Bulungan, Siap Perkuat Soliditas dan Syiar Al-Qur’an

‎‎Masyarakat juga diminta memastikan ketersediaan sumber air, seperti sumur, parit maupun sumber air dari sumur bor, sebelum melakukan pembakaran.

‎‎“Kalau memang dilakukan pembakaran, sedapat mungkin dilakukan secara bertahap. Jangan sekaligus, karena kalau api menyala besar akan sulit dikendalikan,” pungkasnya.‎‎

Pemantauan hotspot dan kondisi lapangan akan terus menjadi perhatian untuk mencegah munculnya titik api yang berkembang menjadi karhutla dan meluas ke permukiman maupun lahan masyarakat. (ve26/nn)

Baca juga

Tags