TANJUNG SELOR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan mengimbau masyarakat Kabupaten Bulungan mewaspadai kabut asap seiring meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah puncak musim kemarau.
Forecaster BMKG Tanjung Harapan, Sylvi Yulianti, mengatakan puncak musim kemarau di Kalimantan Utara (Kaltara) diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut membuat potensi kabut asap masih dapat terjadi selama titik panas (hotspot) karhutla masih ditemukan.
“Wilayah Kalimantan Utara berada dalam puncak musim kemarau hingga Oktober nanti. Artinya, potensi kabut asap masih dapat terjadi selama hotspot masih ada atau bertambah,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).
Berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi kabut asap atau smoke saat ini masih terpantau di sejumlah wilayah. Jarak pandang horizontal dalam beberapa hari ke depan diperkirakan berada pada kisaran 4 hingga 8 kilometer.
Meski terdapat kabut asap, Sylvi menyebut jarak pandang tersebut masih tergolong aman untuk aktivitas penerbangan, transportasi darat maupun transportasi sungai. Sementara itu, hasil pemantauan pada Kamis (20/8/2026) pukul 09.00 WITA menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 di Tanjung Harapan mencapai 33,2 µg/m³. Angka tersebut berada dalam kategori kualitas udara sedang.
Kondisi kabut asap di Bulungan dipengaruhi oleh kombinasi asap lokal dan asap kiriman dari wilayah lain. Asap lokal terpantau berdampak di sejumlah wilayah, seperti Tanjung Selor, termasuk Desa Tanjung Agung, Apung dan Selimau. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Tanjung Palas Timur, khususnya kawasan Tanah Kuning.
Sementara asap kiriman terbawa oleh angin permukaan yang dominan bergerak dari selatan ke utara. Pergerakan angin tersebut membawa massa udara dan partikel asap dari sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat.
Adanya musim kemarau yang masih berlangsung, BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menghindari pembakaran lahan agar kondisi asap tidak semakin parah,” pungkasnya. (ve26/nn)










