8.000 Ekor Per Hari, Pakan Lokal Ditingkatkan Tekan Ketergantungan Luar Wilayah

redaksi

Bupati Bulungan, Syarwani. (FOTO:Yohanes/PENA KALTARA)

TANJUNG SELOR – Konsumsi ayam potong di Kabupaten Bulungan diketahui mencapai sekitar 8.000 ekor per hari, ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Mendukung tingginya kebutuhan tersebut sekaligus menekan ketergantungan pasokan dari luar wilayah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan kini tengah mendorong peningkatan produksi pakan ternak lokal.

Bupati Bulungan Syarwani mengungkapkan, produksi ternak lokal saat ini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan konsumsi harian masyarakat.

“Kalau data yang dirilis teman-teman di Dinas Pertanian, satu hari konsumsi kita itu sekitar 8.000 ekor ayam potong per hari,” kata Syarwani, Selasa (25/8).

Menurutnya, salah satu kendala utama dalam pengembangan peternakan di daerah untuk memenuhi kuota tersebut adalah persoalan pakan. Selama ini, peternak sangat bergantung pada pasokan pakan dari luar daerah, seperti dari Pulau Jawa, yang berdampak pada membengkaknya biaya produksi peternak.

Baca juga  TKJ paling Diminati SPMB SMKN 2 Tanjung Selor, Kuota 100% Terisi

“Ketergantungan kita terhadap pasokan pakan yang didatangkan selama ini dari luar, itu minimal bisa kita kurangi, karena cost-nya sangat luar biasa. HPP (Harga Pokok Penjualan) itu sangat mungkin lebih dari 50 persen bergantung pada kemampuan penyiapan pakan itu sendiri,” tegasnya.

Sebagai solusi, Bulungan sebenarnya memiliki potensi bahan baku pakan mandiri yang melimpah dan siap dikembangkan. Bahan baku tersebut nantinya dapat diolah menjadi pakan untuk menekan biaya produksi dan memenuhi kebutuhan peternakan lokal.

Baca juga  Warga Desa Tengkapak Keluhkan Lubang Besar Depan Kantor Desa

“Ketersediaan bahan baku pakan itu menjadi sangat penting. Katakanlah jagung, ikan, demikian juga dengan beberapa dedak padi, itu menjadi sangat penting dan menjadi bahan baku utama,” bebernya.

Pihaknya saat ini tengah menyiapkan pengembangan kawasan pengolahan pakan di wilayah PT. PKN, Desa Apung. Kawasan ini akan menjadi pilot project dengan melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

“Saya sangat optimis karena teman-teman dari Universitas Padjadjaran juga sudah melihat site yang ada, kurang lebih 4 hektare. Itu masih sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan pengolahan pakan,” jelasnya.

Ke depannya, ia berharap kawasan tersebut tidak hanya berfokus sebagai tempat produksi pakan, tetapi juga mampu membentuk rantai pasok ekonomi yang terintegrasi.

Baca juga  ‎Aksi Bersih dan Cat Kerb Jalan Nasional, Wabup Bulungan Ajak Warga Jaga Infrastruktur

“Harapan dan mimpi kita, mudah-mudahan Bulungan bisa memproduksi pakan ternak melalui skema kerja sama yang lebih luas, yang pada akhirnya juga melibatkan dan menguntungkan petani jagung, petani padi, hingga nelayan kita,” pungkasnya. (ve26/nn)

Baca juga

Tags