TKJ paling Diminati SPMB SMKN 2 Tanjung Selor, Kuota 100% Terisi

redaksi

Calon siswa SMKN 2 Tanjung Selor mengikuti tes minat dan bakat secara daring di laboratorium komputer sebagai bagian dari seleksi SPMB 2026/2027. (FOTO:Ist)

‎TANJUNG SELOR – Teknik Komputer Jaringan (TKJ) jadi jurusan paling diminati dalam sistem penerimaan Murid Baru (SPMB) SMKN 2 Tanjung Selor tahun ajaran 2026/2027. Dari 68 kursi yang di sediakan, seluruhnya terisi penuh.

‎Ketua Panitia SPMB SMKN 2 Tanjung Selor, Abdul Qadir, menyebut, meski secara kuantitas Desain komunikasi visual (DKV) lebih banyak, namun secara persentase Teknik komputer jaringan (TKJ) unggul.

‎”Untuk yang paling di minati dari ketiga jurusan, jika dilihat berdasarkan kuantitas memang lebih banyak di DKV tapi secara persentase TKJ yang lebih di minati. Dari total 102 kursi di jurusan DKV yang terisi hanya 79, sedangkan TKJ dari 68 kursi semua kursinya sudah terisi,” ujar Abdul Qadir saat ditemui, Jum’at (26/6/2026).

Baca juga  Part (II) Mengikuti Kunjungan Wakil Bupati Bulungan ke Hulu Sungai Kayan. "Cek Infrastruktur Jalan dan Jembatan Hingga Menyapa Warga Secara Langsung"

‎SPMB SMKN 2 Tanjung Selor resmi ditutup Kamis (25/6/2026) dari total daya tampung 237 kursi, sebanyak 193 siswa dinyatakan lolos. Jumlah ini turun dibanding tahun lalu yang mencapai 200 siswa.

‎”Untuk pendaftaran sudah ditutup hari kamis jam 12 siang dan untuk perbaikan berkas terakhir hari kamis jam 16.00,” Pungkasnya.

‎Total jalur afirmasi tahun ini menampung 71 siswa dari keluarga penerima PKH, BPNT, atau KIP. Abdul Qadir menegaskan, peserta jalur afirmasi wajib melampirkan dokumen pendukung sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga  Saat Aladin dan Cleopatra Ikut Pawai Muharram di Tanjung Selor

‎Panitia mencatat empat kendala utama selama SPMB berlangsung, seperti peserta belum memahami alur pendaftaran online, dokumen persyaratan belum lengkap, kesalahan input data oleh peserta, serta kendala jaringan internet pada beberapa wilayah yang membuat peserta susah dihubungi.

‎”Beberapa kendala yang muncul pada saat SPMB ini, peserta belum memahami alur pendaftaran online, dokumen persyaratan belum lengkap, kesalahan input data oleh peserta, kendala jaringan internet pada beberapa wilayah yang membuat peserta susah untuk di hubungi,” jelasnya

Baca juga  Pernikahan Dini Masih Jadi Pemicu Anak Putus Sekolah di Bulungan

‎Mengantisipasi hal itu, sekolah menyediakan layanan informasi, pendampingan, dan tim operator yang membantu calon peserta memperbaiki data. Verifikasi dokumen juga dilakukan ketat dengan mencocokkan data pada sistem SPMB 

‎Bagi 192 siswa yang lolos, daftar ulang akan dilakukan pada 29 Juni hingga 2 juli 2026. Selanjutnya, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) akan di gelar 6-10 juli 2026 mendatang. (ve26/nn)

Baca juga

Tags