Kedalaman Kayan II Hanya 4 Meter Saat Pasang, Penyedotan Pasir Dikebut

redaksi

Sekda Bulungan Risdianto, bersama Dishub Bulungan memantau langsung pelabuhan Kayan ll, Selasa (25/8/2026). (FOTO:Ist)

TANJUNG SELOR – Pendangkalan di area Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor, mengkhawatirkan. Saat air pasang, kedalaman perairan di sekitar dermaga hanya tersisa sekitar 4 meter, sementara ketika surut hamparan pasir mulai terlihat. Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan bergerak cepat dengan menyiapkan penyedotan pasir yang ditargetkan dilakukan pekan ini.

Kepala Dishub Kabupaten Bulungan, Khairul, mengatakan, penyedotan menjadi langkah penanganan jangka pendek untuk mengurangi sedimentasi yang mengganggu aktivitas di area dermaga.

“Untuk jangka pendek, kita lakukan penyedotan pasir di area kedatangan Pelabuhan Kayan II,” ujar Khairul, Selasa (25/8).

Baca juga  Muharram Bawa Berkah, 71 UMKM Ramaikan Bazar di Lapangan Agatis

Menurutnya, penanganan dilakukan karena kedalaman perairan sudah cukup mendesak. Bahkan, saat air surut, pasir di sekitar area dermaga dapat terlihat.

“Kedalaman air saat pasang hanya sekitar 4 meter, kalau surut pasirnya kelihatan,” bebernya

Dishub Bulungan akan menggandeng Gapasdap Bulungan, pengusaha sedot pasir serta Polairud Polresta Bulungan. Khairul menegaskan, langkah yang dilakukan kali ini masih sebatas penyedotan dan belum masuk pada pekerjaan pengerukan.

“Untuk saat ini belum pengerukan, hanya penyedotan pasir,” jelasnya.

Ia menyebut metode tersebut dipilih sebagai solusi cepat untuk menjaga aktivitas transportasi laut di Pelabuhan Kayan II tetap berjalan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, hasil penyedotan diperkirakan dapat bertahan sekitar satu tahun sebelum sedimentasi kembali terjadi.

Baca juga  8.000 Ekor Per Hari, Pakan Lokal Ditingkatkan Tekan Ketergantungan Luar Wilayah

“Penyedotan ini diperkirakan efektif sekitar satu tahun karena sebelumnya juga sudah pernah dilakukan,” bebernya.

Sementara itu Sekertaris daerah (Sekda) Bulungan, Risdianto, mengatakan, penanganan sedimentasi tidak cukup hanya dilakukan dalam jangka pendek, sebab, pendangkalan di alur pelayaran Sungai Kayan, merupakan persoalan yang sering kali terulang dan berpotensi menganggu aktifitas transfortasi apabila tidak ditangani secara berkelanjutan.

“Untuk jangka panjang, alur pelayaran di sungai ini memang menjadi persoalan akibat sedimentasi,” sebutnya.

Baca juga  Anak 9 Tahun Dilaporkan Hilang di Sungai Jelarai, Diduga Terbawa Arus

Pemkab Bulungan mengusulkan penanganan lebih lanjut sedimentasi di pelabuhan Kayan ll melalui APBD Perbuatan.

“Untuk penanganan kedepannya, akan kita usulkan Melalui APBD perubahan,” pungkasnya. (ve26/nn)

Baca juga

Tags