Disdikbud Bulungan Dorong Semua Sekolah Terapkan Pendidikan Inklusif

redaksi

Disdikbud Bulungan mengelar Lokakarya perencanaan strategis dan penanganan fokus pendidika inklusif, Rabu, (26/8/2026). (FOTO:Yohanes/PENA KALTARA)

TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan menggelar lokakarya perencanaan dan penganggaran program inklusi untuk 2027. Hal itu sebagai salah satu sarana implementasi penerapan pendidikan inklusif di seluruh sekolah. Program ini diarahkan agar setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, mendapatkan layanan pendidikan sesuai kebutuhannya.

Kepala Disdikbud Bulungan, Suparmin, mengatakan, penerapan pendidikan inklusif membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.

“Semua OPD yang tergabung di dalamnya tadi sudah saya sebutkan, dibantu dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bappeda-Litbang, Kantor Kementerian Agama. Semua ikut menjadi peserta di dalam lokakarya ini,” ujarnya, Rabu (26/8).

Dari sisi anggaran, Suparmin mengatakan dukungan untuk pendidikan inklusif tetap tersedia melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah dan bantuan operasional dari pemerintah pusat. Ia menargetkan seluruh sekolah di Bulungan dapat menerapkan pendidikan inklusif sesuai kemampuan masing-masing sekolah.

Baca juga  ‎Desil 6 Tak Lagi Prioritas Bantuan, Dinsos Jelaskan Alasannya

“Target kita, semua sekolah bisa mengadakan pendidikan inklusif sesuai dengan kemampuannya. Tanda petik ya, sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan,” bebernya.

Meski begitu, ia tak menampik, masih ada kendala yang harus dibenahi, terutama kemampuan guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu target Disdikbud Bulungan.

“Karena kita masih banyak memiliki kekurangan, terutama tenaga pendidiknya, masih banyak belum memiliki kemampuan bagaimana menangani anak-anak yang berkebutuhan khusus,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Maimun Rizal, mengatakan pendidikan inklusif di Kaltara terus mengalami perkembangan. Bulungan menjadi salah satu daerah yang menjadi tolak ukur pendidikan inklusif di Kaltara. Pengembangan tersebut telah mendapatkan pendampingan sejak 2017.

Baca juga  Rata-Rata Kelahiran Anak di Bulungan 2,33 pada 2025

Pemerintah menyiapkan pembelajaran bagi guru melalui platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK). Guru dapat mempelajari pendidikan inklusif secara daring dan bertahap, mulai tingkat dasar hingga mahir.

“Dan sekarang, ini Kementerian juga menyiapkan sebuah platform di mana semua guru ini boleh belajar, bisa belajar pendidikan inklusif,” katanya.

Ia menambahkan, tahun ini sekitar 400 guru dari seluruh Kaltara diperkirakan mengikuti program tersebut.penerapan pendidikan inklusif membutuhkan proses dan pendampingan yang berkelanjutan dan tidak dapat langsung bisa menerapkan dengan sempurna.

Baca juga  Tanjung Selor Hilir Diusulkan Mekar Jadi 5 Kelurahan

Ke depan, ia berharap seluruh guru memahami dasar pendidikan inklusif sehingga mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan setiap peserta didik tanpa membeda-bedakan.

“Target ke depan, pertama ya kita harapannya semua guru ini memahami konsep dasar dari pendidikan inklusif. Ya, jadi tidak membedakan putra-putri, tetapi bisa memberikan layanan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan putra-putri kita,” pungkasnya. (ve26/nn)

Baca juga

Tags