TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), masih Menghantui Bulungan Kalimantan Utara (Kaltara). Sabtu, (12/9/2016) sore kebakaran lahan kembali terjadi di Desa Gunung Sari.
Sekitar pukul 15.58 WITA hingga malam hari dilakukan pemadaman. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 6 hektare.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik sekaligus Manager Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltar, Rony Haryanto, mengatakan, penanganan dilakukan gabungan dengan melibatkan sejumlah unsur.
“Setelah menerima laporan adanya asap dan titik api, tim BPBD Provinsi Kaltara bersama BPBD Kabupaten Bulungan, TNI, Polri, dan unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 16.20 WITA,” ujarnya.
Hingga 22.40 WITA, proses pemadaman masih berlangsung. Api belum dapat dipadamkan sepenuhnya karena akses menuju titik kebakaran sulit dijangkau.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Meski tak ada korban jiwa asap tipis dilaporkan tercium hingga ke permukiman warga, namun belum terdapat pengungsi maupun laporan gangguan kesehatan.
Rony menjelaskan, proses pemadaman melibatkan TRC BPBD Provinsi Kaltara dan BPBD Kabupaten Bulungan bersama personel Brigif 24/BC, Polda Kaltara, Dinas Kehutanan Provinsi Kaltara, truk tangki Kementerian PUPR, anggota Unit Intel Kodim 0903/Bulungan, serta warga Desa Gunung Sari.
“Pemadaman dilakukan secara gabungan, melibatkan TRC BPBD Provinsi Kaltara dan BPBD Kabupaten Bulungan, personel Brigif 24/BC, Polda Kaltara, Dinas Kehutanan Provinsi Kaltara, truk tangki Kementerian PUPR, anggota Unit Intel Kodim 0903/Bulungan, serta warga Desa Gunung Sari,” ujarnya.
Selain pemadaman, petugas juga membuat sekat bakar sederhana untuk mencegah api menjalar ke area lainnya serta melakukan koordinasi dengan aparat desa dan kecamatan.
Akses ke lokasi cukup menjadi kendala, kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau langsung titik api, sementara sumber air juga terbatas dan berada cukup jauh dari lokasi.
Kondisi vegetasi yang kering serta angin kencang juga berpotensi memperluas area kebakaran. Operasi pemadaman kembali dilanjutkan pada Minggu (13/9/2026) pukul 09.00 WITA.
BPBD Kaltara juga mengusulkan pengerahan patroli udara untuk memantau hotspot. Sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar turut direncanakan.
Selain itu, BPBD membutuhkan tambahan dua unit tangki air berkapasitas 5.000 liter serta peralatan pemadaman manual.
“Untuk mendukung penanganan, dibutuhkan tambahan dua unit tangki air dengan kapasitas 5.000 liter, serta peralatan pemadaman manual seperti gagang beruk, pompa punggung, dan APD,” pungkasnya. (ve26/nn)
Karhutla Masih Menghantui, 6 Ha Lahan di Gunung Sari Terbakar












