‎Karhutla Masih Menghantui, 6 Ha Lahan di Gunung Sari Terbakar

redaksi

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (12/9/2026).

‎TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), masih Menghantui Bulungan Kalimantan Utara (Kaltara). Sabtu, (12/9/2016) sore kebakaran lahan kembali terjadi di Desa Gunung Sari.

‎Sekitar pukul 15.58 WITA hingga malam hari dilakukan pemadaman. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 6 hektare.

‎Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik sekaligus Manager Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltar, Rony Haryanto, mengatakan, penanganan dilakukan gabungan dengan melibatkan sejumlah unsur.

‎“Setelah menerima laporan adanya asap dan titik api, tim BPBD Provinsi Kaltara bersama BPBD Kabupaten Bulungan, TNI, Polri, dan unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 16.20 WITA,” ujarnya.

‎Hingga 22.40 WITA, proses pemadaman masih berlangsung. Api belum dapat dipadamkan sepenuhnya karena akses menuju titik kebakaran sulit dijangkau.

‎Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Meski tak ada korban jiwa asap tipis dilaporkan tercium hingga ke permukiman warga, namun belum terdapat pengungsi maupun laporan gangguan kesehatan.

‎Rony menjelaskan, proses pemadaman melibatkan TRC BPBD Provinsi Kaltara dan BPBD Kabupaten Bulungan bersama personel Brigif 24/BC, Polda Kaltara, Dinas Kehutanan Provinsi Kaltara, truk tangki Kementerian PUPR, anggota Unit Intel Kodim 0903/Bulungan, serta warga Desa Gunung Sari.

‎“Pemadaman dilakukan secara gabungan, melibatkan TRC BPBD Provinsi Kaltara dan BPBD Kabupaten Bulungan, personel Brigif 24/BC, Polda Kaltara, Dinas Kehutanan Provinsi Kaltara, truk tangki Kementerian PUPR, anggota Unit Intel Kodim 0903/Bulungan, serta warga Desa Gunung Sari,” ujarnya.

‎Selain pemadaman, petugas juga membuat sekat bakar sederhana untuk mencegah api menjalar ke area lainnya serta melakukan koordinasi dengan aparat desa dan kecamatan.

‎Akses ke lokasi cukup menjadi kendala, kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau langsung titik api, sementara sumber air juga terbatas dan berada cukup jauh dari lokasi.

‎Kondisi vegetasi yang kering serta angin kencang juga berpotensi memperluas area kebakaran. Operasi pemadaman kembali dilanjutkan pada Minggu (13/9/2026) pukul 09.00 WITA.

‎BPBD Kaltara juga mengusulkan pengerahan patroli udara untuk memantau hotspot. Sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar turut direncanakan.

‎Selain itu, BPBD membutuhkan tambahan dua unit tangki air berkapasitas 5.000 liter serta peralatan pemadaman manual.

‎“Untuk mendukung penanganan, dibutuhkan tambahan dua unit tangki air dengan kapasitas 5.000 liter, serta peralatan pemadaman manual seperti gagang beruk, pompa punggung, dan APD,” pungkasnya. (ve26/nn)

Baca juga  Kapasitas BTS Overload, Pemkab Bulungan Tuntut Komitmen Telkomsel Tingkatkan Kualitas Sinyal

Baca juga

Tags