TANJUNG SELOR – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesiapan tenaga kerja lokal menjadi perhatian dalam mendorong pembangunan Kabupaten Bulungan, seiring peluang investasi yang terus berkembang di Kalimantan Utara (Kaltara).
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-236 Tanjung Selor dan ke-66 Kabupaten Bulungan juga menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan generasi muda agar mampu bersaing dan mengambil bagian dalam perkembangan ekonomi daerah.
Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, mengatakan, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung keberlanjutan program pembangunan.
“Perjuangan-perjuangan apa yang dicapai sampai saat ini bukan semata-mata dari pemerintahan yang melakukannya, tentu juga kolaborasi dari berbagai pihak terutama masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peluang seiring adanya ibu kota provinsi, termasuk perkembangan investasi di kawasan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI), serta rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Peluang tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja lokal agar masyarakat, khususnya pemuda, dapat mengambil bagian dalam perkembangan ekonomi daerah.
“Kita sambut baik sebagai ibu kota, ya Bulungan ibu kota provinsi, tentu banyak investor-investor yang kita bisa lihat baik di daerah KIPI, demikian juga masalah PLTA apa semua supaya juga pemuda-pemuda mempersiapkan diri,” katanya.
Ia mendorong peningkatan keterampilan melalui program vokasi dan pelatihan. Pemerintah juga diharapkan memperkuat pembinaan UMKM, baik melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha maupun kemudahan akses permodalan.
Ingkong menilai, kondisi konektivitas di Bulungan relatif cukup baik dibandingkan sejumlah wilayah lain di Kaltara. Karena itu, pengembangan kualitas SDM dan keterampilan masyarakat menjadi perhatian yang perlu terus ditingkatkan.
Terkait dukungan Pemerintah Provinsi Kaltara terhadap pemerataan pembangunan di kabupaten dan kota, ia memastikan sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota serta pemerintah pusat.
“Kalau provinsi tugasnya untuk mendukung kolaborasi ya dengan seluruh kabupaten/kota yang ada di Kaltara ini. Tentu juga sebagai perpanjangan pemerintah pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan, dukungan pembangunan akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal dan kebutuhan daerah melalui koordinasi antarpemerintah. (ve26/nn)












