TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan komitmen memperluas akses putra-putri Kalimantan Utara (Kaltara) untuk menempuh pendidikan di SMA Unggul Garuda Baru di Kabupaten Bulungan. Pemerintah daerah mendorong agar penerimaan siswa lebih berpihak kepada anak-anak lokal, dengan usulan proporsi 70 persen dari Kaltara dan 30 persen dari luar daerah.
Komitmen tersebut disampaikan menyusul keberhasilan 12 siswa tingkat SMP asal Kaltara yang lolos seleksi dan diterima di SMA Unggul Garuda Baru. Capaian itu menjadi pijakan untuk memperluas kesempatan bagi lebih banyak pelajar daerah agar dapat mengakses pendidikan unggulan.
“Entah itu mungkin 70 persen dari Kaltara, 30 persen luar. Karena kehadiran sekolah ini juga menjadi kebanggaan putra-putri, adik-adik kita yang hari ini menempuh pendidikan SMP dan ingin masuk Sekolah Garuda,” ujar Syarwani, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, keberadaan Sekolah Garuda di Bulungan harus membuka peluang nyata bagi pelajar lokal. Pemerintah daerah mendorong agar anak-anak Kaltara memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut tanpa menutup peluang bagi siswa dari daerah lain.
“Ya, kita tidak menutup, misalnya dari luar wilayah Kalimantan Utara, tetapi proporsinya tentu lebih besar bagi anak-anak Kaltara,” tegasnya.
Pemkab Bulungan juga telah menyampaikan usulan prioritas tersebut melalui komunikasi dan diskusi bersama Pemerintah Provinsi Kaltara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperjuangkan akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda daerah.
Selain proporsi penerimaan, Syarwani menyoroti persyaratan nilai atau passing grade yang harus dipenuhi calon siswa. Menurutnya, penerapan standar seleksi perlu mempertimbangkan kondisi dan tantangan pendidikan di daerah, tanpa mengabaikan kualitas yang menjadi tujuan sekolah unggulan.
“Kalau itu menjadi prasyarat administratif, tentu tidak bisa disamakan dengan standar yang ada di Pulau Jawa,” katanya.
Di sisi lain, Pemkab Bulungan berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan sejak jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP), sesuai kewenangan pemerintah kabupaten. Penguatan kualitas pembelajaran menjadi langkah penting agar siswa lokal semakin siap memenuhi persyaratan akademik dan administrasi saat mengikuti seleksi Sekolah Garuda.
Syarwani menegaskan, perluasan akses harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan. Dengan demikian, semakin banyak putra-putri Kaltara dapat bersaing dan memperoleh kesempatan belajar di sekolah unggulan yang berada di daerah sendiri.
Pemkab Bulungan menempatkan perluasan akses Sekolah Garuda bagi anak-anak Kaltara sebagai komitmen yang diperjuangkan melalui koordinasi antarpemerintah dan peningkatan mutu pendidikan. Target proporsi 70 persen siswa dari Kaltara menjadi usulan yang didorong agar kehadiran Sekolah Garuda benar-benar membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda daerah. (ve26/dd)








