Optimalkan Website Desa, NASCLIM Perkuat Penyebaran Informasi Perlindungan Mangrove dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

redaksi

Koordinator Fasilitator Desa NASCLIM sekaligus Direktur Yayasan Lahan Basah atau Wetlands International Indonesia, Sasmito

TANJUNG SELOR – Pengelolaan website desa didorong menjadi lebih aktif dan optimal untuk memperluas penyebaran informasi mengenai perlindungan dan rehabilitasi mangrove, sekaligus mempublikasikan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.


Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Operator Sistem Informasi Desa (Website Desa) yang berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Hotel Pangeran Khar, Tanjung Selor. Kegiatan ini diikuti perwakilan tiga desa, yakni Desa Salimbatu, Sekatak Buji, dan Sekatak Bengara.

Koordinator Fasilitator Desa NASCLIM sekaligus Direktur Yayasan Lahan Basah atau Wetlands International Indonesia, Sasmito, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas operator diperlukan agar website desa dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai kanal informasi utama bagi masyarakat.

Menurutnya, website desa tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi administratif, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan berbagai persoalan, tantangan, dan upaya perlindungan lingkungan pesisir, khususnya konservasi dan rehabilitasi mangrove.
“Kita punya kepentingan untuk menyuarakannya, mengkampanyekan persoalan, problema, masalah, hambatan, dan sebagainya terkait dengan proteksi dan rehabilitasi mangrove, termasuk pemberdayaan masyarakat secara umum,” ujar Sasmito, Rabu (28/10).

Baca juga  Rp2,84 M untuk 4.083 Penerima Program PKH Bulungan


Ia menjelaskan, informasi mengenai pelestarian mangrove perlu disampaikan secara lebih luas agar masyarakat dapat mengetahui berbagai kegiatan yang dilakukan di desa, termasuk upaya menjaga lingkungan pesisir dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Selain isu lingkungan, website desa juga diharapkan menjadi sarana publikasi kegiatan pemberdayaan ekonomi dan penghidupan masyarakat pesisir. Dengan pengelolaan informasi yang baik, aktivitas masyarakat dapat terdokumentasi serta diakses oleh publik melalui platform digital desa.


Selama pelatihan berlangsung, para operator juga didorong untuk mengidentifikasi kemampuan yang masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi teknis pengelolaan website maupun penyajian informasi. Diskusi bersama narasumber menjadi bagian penting agar materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan kendala yang dihadapi dalam pengelolaan website di lapangan.
“Harapannya, karena ini peningkatan kapasitas, maka selama dua hari ini paling tidak teman-teman bisa mengetahui bagian mana yang perlu di-upgrade atau ditingkatkan. Nah, inilah waktu dua hari ini, harapannya teman-teman bisa melampaui itu,” jelasnya.

Baca juga  Pengurus PD IPIM Bulungan 2025–2030 Resmi Dilantik, Perkuat Peran Imam Masjid sebagai Garda Terdepan Pembinaan Umat

Sasmito menegaskan, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari peningkatan pengetahuan peserta selama kegiatan, tetapi juga dari keberlanjutan pengelolaan website setelah pelatihan selesai. Karena itu, diperlukan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas agar platform digital tersebut tetap aktif dan terus diperbarui.
“Di penghujungnya nanti harapannya ada disepakati lima orang ini akan melakukan apa, siapa bertanggung jawab apa. Supaya nanti website desa betul-betul teroperasionalkan, hidup, dan kemudian menjadi semakin aktif, optimal untuk digunakan sebagai kanal informasi utama desa,” tuturnya.

Baca juga  Pernikahan Dini Masih Jadi Pemicu Anak Putus Sekolah di Bulungan


Melalui pelatihan ini, penguatan kapasitas operator diharapkan diikuti dengan pengelolaan website yang konsisten dan berkelanjutan. Dengan demikian, website desa tidak sekadar menjadi platform digital, tetapi juga menjadi sarana penyebaran informasi, kampanye perlindungan mangrove, dokumentasi kegiatan desa, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengembangkan potensi ekonomi pesisir. (ve26/dd)

Baca juga

Tags