TANJUNG SELOR – Komitmen untuk memperkuat peran imam masjid dalam membina umat dan menjaga kehidupan keagamaan masyarakat terus diperkuat melalui pelantikan dan pengukuhan Pengurus Daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (PD IPIM) Kabupaten Bulungan masa khidmat 2025–2030 yang berlangsung khidmat di Aula Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, Sabtu (13/6/2026).

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Wilayah (PW) IPIM Provinsi Kalimantan Utara, H. Basmar, S.Ag., M.M, serta disaksikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Bulungan H. Jamal, S.H., M.AP, Ketua DPRD Bulungan H. Riyanto, S.Sos, jajaran pejabat Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, tokoh agama, serta para imam masjid dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bulungan.

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi dan peran strategis imam masjid sebagai pemimpin umat yang tidak hanya bertugas memimpin salat berjamaah, tetapi juga menjadi panutan moral, pembimbing spiritual, sekaligus agen perubahan sosial di tengah masyarakat.
Ketua PD IPIM Kabupaten Bulungan yang baru dilantik, Ahmad Suyuti, S.Pd.I., M.Pd, menegaskan bahwa kepengurusan baru siap bekerja dan mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab demi meningkatkan kualitas pelayanan serta pembinaan terhadap para imam masjid di seluruh wilayah Bulungan.

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci utama dalam menjalankan program kerja organisasi ke depan.
“Kami berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada para imam masjid di Kabupaten Bulungan. Kepengurusan ini akan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah, lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan seluruh stakeholder agar program-program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi para imam dan masyarakat,” tegas Ahmad Suyuti.
Ia menambahkan, keberadaan IPIM harus mampu menjadi wadah yang memperkuat kapasitas para imam dalam menjalankan tugas dakwah dan pembinaan umat, sehingga sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia dan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai salah satu prioritas.
Sementara itu, Ketua PW IPIM Kalimantan Utara H. Basmar, S.Ag., M.M dalam arahannya memberikan penekanan kuat terhadap besarnya tanggung jawab seorang imam masjid di tengah dinamika kehidupan masyarakat saat ini.
Menurutnya, imam bukan sekadar pemimpin ibadah, melainkan figur sentral yang menjadi rujukan masyarakat dalam berbagai persoalan kehidupan.

“Imam tidak hanya bertugas memimpin salat berjamaah. Imam adalah teladan bagi masyarakat, penjaga akidah umat, pembimbing moral, sekaligus benteng yang menjaga generasi dari berbagai tantangan zaman,” ujar Basmar.
Ia menilai, di tengah perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, serta berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, peran imam menjadi semakin penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan memperkuat karakter umat.
Karena itu, Basmar mendorong agar kepengurusan PD IPIM Bulungan yang baru segera menyusun program-program peningkatan kapasitas imam, termasuk pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara berkala guna meningkatkan kompetensi para imam dalam bidang keagamaan, kepemimpinan, dan pelayanan masyarakat.
“IPIM harus hadir sebagai organisasi yang mampu meningkatkan kualitas imam secara berkelanjutan. Saya berharap Bimtek dan pembinaan rutin dapat dilaksanakan sehingga para imam memiliki kemampuan yang semakin baik dalam menjalankan tugasnya,” katanya.
Basmar juga mengingatkan pentingnya menjaga adab dan akhlak sebagai identitas utama seorang imam. Menurutnya, imam merupakan wajah masjid yang akan selalu diperhatikan dan dijadikan contoh oleh masyarakat.
“Jagalah adab dan akhlak. Imam adalah jantungnya masjid. Apa yang dilakukan imam akan menjadi teladan bagi jamaah dan masyarakat,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Basmar turut menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh pengurus PD IPIM Bulungan masa khidmat 2025–2030.
Pertama, menjaga marwah dan kehormatan IPIM sebagai organisasi yang menaungi para imam dan tokoh keagamaan.
Kedua, memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga keagamaan, dunia usaha, maupun organisasi kemasyarakatan.
Ketiga, menghadirkan program kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para imam masjid dan masyarakat luas.
“Jaga nama baik organisasi, bangun kerja sama yang kuat dengan semua pihak, dan lakukan kerja nyata yang berdampak bagi umat. Itulah yang harus menjadi pegangan seluruh pengurus IPIM Bulungan,” tegasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran imam masjid di Kabupaten Bulungan dalam mendukung pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan mental spiritual masyarakat.
Dengan kepengurusan baru yang telah resmi dilantik, PD IPIM Kabupaten Bulungan diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta menjaga persatuan dan kerukunan umat di tengah keberagaman yang ada.
“Imam Masjid bukan hanya pemimpin ibadah, tetapi penjaga akidah, pembina umat, dan pilar penting dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat.” (dd).






