TANJUNG SELOR – Sebaran kabut asap tak lagi terdeteksi di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Senin (2/11/2026). Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah.
BMKG mengingatkan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang mulai siang, sore, hingga malam atau dini hari. Kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan genangan hingga kenaikan debit air sungai.
Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Sylvi Yulianti, menyampaikan bahwa masyarakat perlu memperhatikan keselamatan saat hujan deras disertai angin kencang.
“Masyarakat yang bermukim di sekitar sungai dan daerah rendah, harap mengantisipasi kenaikan debit air,” imbaunya.
Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari lokasi yang berisiko tertimpa pohon tumbang maupun bangunan yang rentan roboh.
”Hindari berlindung di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang rentan roboh saat terjadi hujan deras,” lanjutnya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Bulungan dan Tanjung Selor berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada siang dan malam hari setelah kondisi berawan pada pagi hari.
Sementara itu, Nunukan dan Malinau berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang, terutama di wilayah perbukitan dan hulu sungai pada sore atau malam hari.
“Untuk Tarakan, kondisi cuaca diprakirakan berawan tebal hingga hujan ringan pada siang hari, dengan potensi hujan lokal menjelang malam. Sedangkan Tana Tidung berpotensi mengalami hujan sedang pada sore hari,” tuturnya.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan dan bagi warga yang tinggal di kawasan rawan genangan maupun luapan sungai. (ve26/nn)








