SELAMA ini terdapat rumus 5W 1H dalam penulisan berita yang telah dikenal secara luas oleh sebagian besar orang. Namun, ternyata ada sebuah struktur bernama piramida terbalik yang juga berkaitan dengan penulisan berita dalam dunia jurnalistik. Apa itu?
KBBI mendefinisikan berita sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Berita biasanya disebut juga sebagai kabar, laporan, pengumuman, hingga pemberitahuan.
Dalam pembuatan sebuah berita, seorang wartawan atau jurnalis berpedoman pada gaya penulisan tertentu. Tidak hanya rumus 5W (What, Who, When, Where, dan Why) serta 1 H (How) saja, tetapi juga berpedoman pada struktur piramida terbalik.
Lantas, sebenarnya apa itu piramida terbalik dalam dunia jurnalistik? Berikut penjelasannya.
Pengertian Piramida Terbalik
Dijelaskan dalam buku ‘Jurnalisme Dasar: Panduan Praktis Para Jurnalis’ karya Asti Musman dan Nadi Mulyadi, bahwa piramida terbalik merupakan salah satu struktur dalam jurnalistik. Biasanya saat berita memiliki struktur piramida terbalik akan dipaparkan dalam wujud inti informasi yang dituliskan pada alinea awal.
Kemudian data-data penting lainnya diuraikan pada alinea-alinea berikutnya. Tidak jarang, terdapat penjelasan tambahan atau bagian akhir yang diisi dengan informasi lain yang bukan bersifat sebagai informasi utama.
Pengertian piramida terbalik juga dapat dimaknai sebagai suatu struktur dalam penulisan atau penyajian sebuah tulisan yang sering kali dilakukan oleh seorang wartawan. Ada berbagai maksud atau tujuan digunakannya struktur piramida terbalik ini.
Sementara itu, Asti Musman dalam buku ‘Dari Fakta Ke Fiksi Panduan Menulis Berita, Feature, Dan Fiksi’ memberikan informasi terkait dengan pengertian piramida terbalik. Istilah tersebut merujuk pada acuan struktur dalam penulisan berita. Piramida terbalik merupakan struktur penulisan atau penyajian dalam sebuah berita yang paling dasar dan umum dilakukan oleh para jurnalis.
Biasanya piramida terbalik digunakan untuk penulisan berita berupa straight news. Biasanya dengan menggunakan piramida terbalik, informasi penting akan disajikan di bagian awal. Kemudian semakin ke bawah berisikan pelengkap atau tambahan informasi utama.
Mengapa Piramida Terbalik Penting?
Sebagai dasar dan umum digunakan oleh para jurnalis, piramida terbalik dalam penulisan berita ternyata memegang peranan yang penting. Salah satunya mampu memberikan manfaat, tidak hanya bagi para jurnalis saja, tetapi juga pembaca yang nantinya akan membaca berita tersebut.
Mengutip dari buku ‘Jurnalistik Dasar: Jurus Jitu Menulis Berita, Feature Biografi, Artikel Populer, dan Editorial’ oleh Khoirul Muslimin, setidaknya ada tiga manfaat piramida terbalik yang bisa dirasakan oleh pembaca maupun jurnalis itu sendiri. Berikut rangkumannya:
Memudahkan para pembaca menangkap isi berita dan menemukan bagian yang dianggap paling menarik sekaligus penting. Hal ini turut membantu bagi para pembaca yang memiliki kesibukan.
Memudahkan para jurnalis untuk mengurangi bagian berita yang dianggap kurang atau tidak penting, sehingga berita tidak terlalu panjang. Ini mengingat ruang dalam sebuah berita sering kali cukup terbatas.
Memudahkan para jurnalis dalam menyusun informasi yang akan disampaikan dalam berita dan membantu mereka memiliki pedoman baru untuk menuliskannya.
Struktur Piramida Terbalik
Lantas, apa sajakah struktur piramida terbalik? Merujuk pada buku ‘Teori dan Aplikasi Bahasa Indonesia’ karya Nanda Saputra, MPd dan Nurul Aida Fitri, MPd, bahwa terdapat lima struktur dalam piramida terbalik. Berikut uraiannya:
- Judul
Pada bagian judul berita berisikan gambaran topik berita yang akan dibahas. Melalui judul inilah pembaca dapat mengetahui berita apa yang akan disajikan. - Baris Tanggal
Seperti namanya, baris tanggal menyampaikan tentang tanggal berita ditulis. Biasanya pada bagian ini juga diberikan keterangan lain, misalnya saja sumber berita hingga jurnalis yang menulisnya.
Teras Berita
Teras berita atau sering kali disebut sebagai ‘lead’ atau kepala berita merupakan ringkasan yang diletakkan di bagian awal berita. Biasanya pada bagian ini, pembaca dapat mengetahui isi pokok berita.
- Tubuh Berita
Setelah dituliskannya teras berita, akan ada tubuh berita yang tidak lain adalah isi berita itu sendiri. Di sini pembaca dapat mengetahui peristiwa atau informasi yang disampaikan di dalam berita secara lengkap. Bahkan bagian penting juga dapat ditemukan di tubuh berita ini.
Contoh Berita Piramida Terbalik
Setelah memahami tentang piramida terbalik, waktunya untuk membaca contohnya secara langsung. Berikut rangkuman contoh berita yang memuat struktur piramida terbalik dengan inti informasi terdapat di bagian awal, sedangkan bagian-bagian selanjutnya berisikan isi dari berita yang memaparkan informasi penjelas maupun tambahan.
Contoh Berita Piramida Terbalik #1
Kulon Progo – Tiga unit mobil terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Jogja-Wates, ruas Sentolo, Kulon Progo, tadi malam. Polisi menyebut kecelakaan dipicu mobil Honda Brio yang tiba-tiba oleng sehingga menabrak dua mobil lainnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kulon Progo, Ipda Tanto Kurniawan, mengatakan insiden bermula saat mobil Honda Brio bernomor polisi AA 1859 LC sedang perjalanan dari arah Purworejo ke Jogja. Sesampainya di TKP, yaitu depan Kantor Kapanewon Sentolo, mobil tiba-tiba oleng ke kanan hingga akhirnya menabrak dua kendaraan lain yang melaju dari arah berlawanan.
“Di TKP, sopir diduga kurang konsentrasi sehingga mobil ini (Brio) keluar jalur kemudian menabrak dua mobil yang berjalan beriringan dari arah Jogja ke Purworejo,” ucap Tanto saat dimintai konfirmasi detikJogja lewat pesan singkat, Kamis (6/2/2025).
Akibat kejadian ini, mobil Brio yang dikemudikan oleh PP (25) warga Purworejo ringsek seketika pada bagian bodi depan dan belakang. Sedangkan dua mobil lainnya yaitu Suzuki Carry nomor polisi AB 1687 IN dan Toyota Kijang nomor polisi AE 1324 JB ringsek pada sejumlah bagian. Bahkan mobil Carry sempat keluar badan jalan hingga harus dievakuasi menggunakan mobil derek.
(Sumber: berita detikJogja ‘Laka Karambol 3 Mobil di Kulon Progo Dipicu Brio Keluar Jalur’ oleh Jalu Rahman Dewantara). (*)
sumber : detik.com





