TANJUNG SELOR – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) 2026, mulai melakukan latihan di lapangan Agatish, untuk perisiapan upacara hari kemerdekaan RI 17 Agustus 2026 mendatang.
Diketahui, tim pelatih menyiapkan formasi baru yang terinspirasi dari penampilan Paskibraka di Istana Negara. Kepala Pelatih Paskibraka Provinsi Kaltara 2026, Dahlan, mengatakan perubahan paling mencolok terdapat pada gerakan langkah tegap yang kini mengikuti aturan terbaru.
“Kalau dibandingkan tahun sebelumnya jelas ada perbedaan. Kami melihat perkembangan di berbagai daerah dan terutama yang diterapkan di Istana Negara. Perubahan paling terlihat ada pada langkah tegap. Dulu yang dikenal masyarakat sekitar 45 derajat, sekarang sedikit lebih rendah tetapi temponya lebih cepat,” ujarnya, yang saat ini bertugas di Satuan Korem 092/Maharajalila, saat ditemui, Senin (3/8/).
Perubahan mengacu pada peraturan terbaru dalam Peraturan Baris Berbaris (PBB) oleh TNI.
“PBB sudah ada aturan terbaru dari TNI, jadi kami mengikuti ketentuan itu. Kami ingin Paskibraka Kaltara juga menyesuaikan dengan standar terbaru yang diterapkan secara nasional,” katanya.
Tim pelatih juga tengah menyiapkan variasi formasi baru saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Jika pada tahun sebelumnya formasi yang ditampilkan mengusung angka 80, tahun ini peserta direncanakan membentuk angka 81.
“Tahun ini kami usahakan semuanya serba baru. Formasinya nanti membentuk angka 81, jadi tidak monoton seperti tahun-tahun sebelumnya. Kami ingin ada variasi baru sehingga penampilannya lebih menarik,” jelasnya.
Anggota Paskibraka Provinsi Kaltara tahun 2026 ini berjumlah 26 orang, terdiri dari 15 putra dan 11 putri. Seluruh peserta merupakan siswa-siswi SMA/SMK sederajat kelas XI yang telah lolos berbagai tahapan seleksi, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga seleksi lainnya. berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara, yakni Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, dan Kabupaten Tana Tidung.
Dahlan tak menampik peserta tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu mencapai 38 orang. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh efisiensi anggaran.
“Tahun lalu totalnya 38 peserta, sedangkan tahun ini hanya 26 karena ada efisiensi anggaran. Tapi itu bukan menjadi alasan untuk mengurangi kualitas. Yang terpenting kami maksimalkan latihan dan memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Menjelang pelaksanaan upacara 17 Agustus mendatang, Dahlan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tanpa kendala. (ve26/nn)






