TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) turut memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-40 tahun 2026, mengusung tema sayang anak, lindungi dan bangun masa depan.
Wakil Gubernur Ingkong Ala, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan anak merupakan investasi masa depan dan penerus cita-cita bangsa yang membutuhkan perlindungan mutlak.
“Dalam program ini yang harus dihormati dan didengar pendapatnya. Menyayangi anak berarti kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa,” ujarnya, (6/8/2026).
Menurutnya, tantangan masa depan masih diwarnai oleh berbagai persoalan seperti kekerasan, diskriminasi, serta keterbatasan akses kesejahteraan sosial dan ekonomi yang dialami sebagian anak.
“Adanya laporan kekerasan dan diskriminasi, terdapat tim khusus dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), untuk memproses dan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku tanpa mudah mencabut atau mendamaikan laporan kasus pelecehan tersebut secara kekeluargaan” terangnya.
Program tersebut hasil kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota. “Di era digitalisasi saat ini, terdapat banyak tantangan yang memengaruhi mental dan kesehatan anak. Peran orang tua diharapkan dapat bekerja sama mengarahkan anak memanfaatkan teknologi/digitalisasi secara positif,” bebernya.
Ia mengajak seluruh masyarakat, keluarga, dan pemerintah untuk berkolaborasi memenuhi hak-hak anak dan menciptakan lingkungan yang aman serta ramah anak.
“Anak-anak adalah aset bangsa. Mari kita gandeng tangan untuk memastikan mereka tumbuh menjadi generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (wd26/nn)









