Hari Kedua Studi Banding TPID se-Kaltara di Jawa Barat, Wabup Bulungan Ikuti Paparan Digital Farming hingga Kunjungan Lembang Agri

redaksi

BANDUNG – Memasuki hari kedua, Studi Banding Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalimantan Utara pada Program Unggulan TPID Jawa Barat kembali dilaksanakan, Selasa (23/9/2025). Mewakili Pemerintah Kabupaten Bulungan, Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md kembali secara langsung mengikuti rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Bandung, Jawa Barat.

Kegiatan hari kedua diawali dengan pemaparan terkait penerapan teknologi Digital Farming berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi pertanian, baik dari sisi penggunaan pupuk, pengendalian hama, hingga pengelolaan air.

Setelah sesi pemaparan, peserta melanjutkan kunjungan lapangan ke Habibie Garden, sebuah kawasan pertanian modern yang menerapkan sistem pertanian presisi. Kegiatan kemudian berlanjut ke Lembang Agri, untuk melihat langsung praktik korporatisasi klaster pertanian terintegrasi serta pengembangan hortikultura modern.

Baca juga  Peringati May Day, Bupati Bulungan Pastikan Pemerintah Akan Berperan Aktif Dalam Iklim Ketenagakerjaan

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md menyampaikan kesan dan manfaat dari studi lapangan yang diikutinya.

“Semua yang kami dapatkan hari ini adalah ilmu yang sangat berharga, khususnya dalam hal penerapan teknologi digital farming dan pengelolaan hortikultura modern. Ini memberikan inspirasi bagi kami bagaimana membangun pertanian yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan di Bulungan,” ungkap Kilat.

Baca juga  Porwakab I Bulungan Resmi Digelar, Wabup Kilat Dukung Penuh Sinergi Pers dan Pemerintah

Ia menambahkan bahwa teknologi yang dipelajari bisa menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan ketahanan pangan di daerah.

“Kami melihat langsung bagaimana IoT mampu mengontrol kebutuhan tanaman secara presisi, mulai dari air, pupuk, hingga kondisi lingkungan. Jika ini bisa diterapkan di Bulungan, maka produktivitas petani bisa meningkat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan,” lanjutnya.

Menurut Kilat, Pemkab Bulungan akan berupaya mengadopsi konsep korporatisasi pertanian dan pengembangan hortikultura modern yang telah diterapkan di Jawa Barat, dengan menyesuaikan kondisi dan potensi daerah.

Baca juga  IPM Bulungan Mencapai 73,20 Indikator Keberhasilan Pemerataan Pembangunan

“Bulungan memiliki lahan yang luas dan subur. Jika kita padukan dengan teknologi modern seperti yang diterapkan di Jawa Barat, saya yakin pertanian kita bisa lebih maju, berdaya saing, dan tentu saja mendukung pengendalian inflasi di daerah,” pungkasnya. (DKIP-Bulungan)

Baca juga

Tags

Ads - Before Footer