Bupati Syarwani Soroti Tantangan Pendidikan dan Perlindungan Anak di Bulungan

redaksi

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si menyoroti sejumlah persoalan pendidikan dan perlindungan anak yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Bulungan. Salah satunya adalah masih ditemukannya anak-anak usia sekolah yang tidak memperoleh kesempatan belajar secara optimal akibat berbagai faktor sosial dan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 yang dirangkaikan dengan kegiatan Sekolah Lansia Berlian di Pura Agung Jagat Benuanta Bulungan, Sabtu (6/6).

Menurut Syarwani, pendidikan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terlibat dalam memastikan anak-anak Bulungan tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat.

Bupati mengungkapkan keprihatinannya setelah menemukan sejumlah fenomena sosial yang melibatkan anak-anak usia sekolah. Ia menyebut masih ada pelajar usia SMP dan SMA yang terlibat dalam pergaulan berisiko, serta anak-anak usia sekolah dasar yang masih berada di luar rumah hingga larut malam untuk berjualan di sejumlah lokasi di Tanjung Selor.

Baca juga  Bulungan Berperan Aktif Wujudkan Bandara Juwata Internasional Demi Sukseskan PSN

“Kita tidak bisa membayangkan bagaimana masa depan mereka apabila pada usia sekolah sudah tidak dapat belajar dan beraktivitas secara maksimal. Ini menjadi perhatian bersama yang harus segera kita tangani,” ujar Syarwani.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Peran keluarga, masyarakat, tokoh agama, organisasi sosial, hingga para lansia dinilai sangat penting dalam membangun kesadaran dan memberikan pendampingan kepada generasi muda.

Syarwani juga mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta perangkat daerah terkait untuk menindaklanjuti temuan-temuan di lapangan, termasuk melakukan pendataan dan komunikasi dengan keluarga yang anak-anaknya berpotensi putus sekolah.

“Kita ingin memastikan anak-anak Bulungan tetap bersekolah. Apa pun persoalannya, baik faktor ekonomi maupun faktor sosial lainnya, harus kita cari solusinya bersama,” katanya.

Selain persoalan akses pendidikan, Bupati juga mengingatkan ancaman lain yang dihadapi generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, tindak kekerasan, dan kriminalitas yang berpotensi mengganggu masa depan anak-anak. Karena itu, penguatan pendidikan karakter dan pengawasan lingkungan menjadi hal yang tidak kalah penting.

Baca juga  Bupati dan Wakil Bupati Bulungan Hadiri Undangan Open House, Pererat Silaturahmi dan Sinergi Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya diukur dari ketersediaan sekolah dan tenaga pendidik, tetapi juga dari kemampuan seluruh masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk membangun keluarga dan menyiapkan masa depan anak-anak Bulungan yang lebih baik,” tegas Syarwani.

Bupati berharap kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat terus diperkuat sehingga seluruh anak di Kabupaten Bulungan memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. (DKIPBUL)

Baca juga

Tags