TANJUNG SELOR – Sebanyak 74 kepala desa se-Kabupaten Bulungan mengikuti Retreat Kepala Desa 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Kegiatan berlangsung empat hari tiga malam, dibuka langsung Bupati Bulungan, Syarwani, Senin (20/7/2026). Retreat ini menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa, sekaligus mendorong agar hasil kegiatan dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di masing-masing desa.
Syarwani mengatakan, kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh kepala desa dalam mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Bulungan.
“Kegiatan Retreat ini memang kita rencanakan sebagai wadah memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan seluruh kepala desa. Kita ingin memastikan seluruh program pemerintah daerah berjalan seiring dengan program yang dilaksanakan di desa,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan desa penting agar berbagai kebijakan pembangunan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki masing-masing wilayah. Karena itu, retreat tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas kepala desa.

Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa, pengelolaan keuangan, serta menyamakan persepsi terhadap berbagai kebijakan pembangunan. Kepala desa akan menerima materi dari sejumlah narasumber.
“Melalui kegiatan ini kita ingin memberikan penguatan kepada kepala desa terkait penyelenggaraan pemerintahan desa, sekaligus mencari langkah-langkah inovatif untuk mempercepat pembangunan desa,” katanya.
Setelah mendapatkan penguatan dan membangun sinergi, pengembangan potensi desa menjadi salah satu fokus yang diharapkan dapat diteruskan melalui aksi nyata di tingkat desa.
Syarwani menjelaskan, pengembangan potensi lokal sejalan dengan visi Kabupaten Bulungan dalam mendorong pembangunan hijau berkelanjutan melalui 15 program prioritas daerah. Salah satunya adalah One Village One Product (OVOP).
Menurutnya, setiap wilayah di Bulungan memiliki karakter dan potensi yang berbeda. Koridor Barat diarahkan pada sektor pangan dan perkebunan, sementara Koridor Timur dikembangkan melalui sektor perikanan. Potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk unggulan desa yang memiliki nilai ekonomi dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Potensi yang dimiliki desa harus terus kita gali sehingga dapat menjadi sumber pendapatan asli desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Ia mencontohkan, pengembangan produk olahan kakao yang kini telah dipasarkan dalam berbagai bentuk, mulai dari bubuk hingga cokelat batangan setelah melalui proses kurasi.
Menurutnya, pengembangan potensi tersebut menjadi salah satu contoh bahwa sumber daya lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah apabila mendapat dukungan dan pengelolaan yang tepat.
Melalui Retreat tersebut, ia berharap para kepala desa tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pemahaman baru, tetapi juga membawa gagasan serta komitmen yang dapat diterapkan di desa masing-masing.
“Harapannya, melalui kegiatan ini lahir komitmen bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, menggali potensi lokal, serta mempercepat pembangunan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ve26/nn)






